Sufisme KH. Asrori Al Ishaqi sebagai Legitimasi dan Signifikansi Tasawuf Urban

  • Rosidi Rosidi Institut Al Fithrah Surabaya
Keywords: Tasawuf, Tarekat, Tasawuf Urban, dan KH. Asrori Al Ishaqi.

Abstract

Abstrak: Individualis adalah diksi yang tidak terbantahkan dalam kehidupan era modern, akibatnya manusia menjadi terasing dari antropologis sosialnya. Di tengah narasi yang demikian, hadir pasar spiritualitas yang dijual bebas dengan menjanjikan pil penyembuhan. Beragam pil itu mengatasnamakan ajaran tasawuf, seperti riset peneliti Australia, Julia D Howell tentang tasawuf urban. Ia tidak membedakan secara tegas antara tasawuf dan gairah keagamaan yang tidak memiliki akar pada tasawuf. Kegagalan inilah yang menjadi pemantik untuk meresponnya dengan menghadirkan kesadaran spiritual melalui para guru sufi, yakni tarekat yang sudah mapan di perkotaan seperti tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah dengan murshidnya KH. Achmad Asrori Al Ishaqi Surabaya. Fenomena inilah yang sebenarnya paling tepat disebut sebagai tasawuf urban. Karena tarekat ini secara konvensional, sejarah, muatan dan ajaran memenuhi semua syarat untuk disebut sebagai tasawuf. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana model sufisme KH. Achmad Asrori dalam masyarakat perkotaan? Hasil penelitian ini adalah terdapat formulasi ritual TQN yang merapatkan individu-individu ke dalam jama?ah Al-Khidmah. Kebersamaan itu menjadi kata kunci yang diinginkan oleh Kai Asrori. Rapuhnya sendi ikatan sosial yang berbanding lurus dengan semakin menguatnya sentimen individu menjadi latar belakang yang paling dominan bagi menggejalanya fenomena dehumanisasi di kalangan masyarakat urban. Inilah yang direduksi oleh KH. Acmad Asrori melalui ritual TQN yang seluruhnya dilakukan secara berjama?ah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aqib, Kharisudin, al-Hikmah: Memahami Teosofi Tarekat Qa>diriyah wa Naqshabandiyyah (Surabaya: Bina Ilmu, 2012), 157-162.

Bruinessen, Martin van, Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat (Yogyakarta: Gading Publishing, 2012), 267-268.

Dhofier, Zamakhsyari, Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai (Jakarta: LP3ES, 1994), 141.

Giddens, Anthony, The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration (Berkeley: University of California Press, 1984), 219.

J. D.Howell,. “Sufism and the Indonesian Islamic Revival”, The Journal of Asian Studies, 60 Vol. 3, (2001), 701-729.

J. Millie, “Contemporary Urban Sufism in Java: The Sovereign Muslim and the Quest for Spiritual Freedom”. Journal of Sufi Studies, 9. Vol. 1-2 (2020), 69-97.

Lavine, T. Z., Konflik Kelas dan Orang yang Terasing (Jogjakarta: Jendela, 2003), 12-14.

Lubis, Nur A. Fadhil, Introductory Reading Islamic Studies (Medan: IAIN Press Medan, 1998), 88-89.

Misbah, M., “Fenomena Urban Spiritualitas: Solusi atas Kegersangan Spiritualitas Masyarakat Kota”, Komunika, Vol. 5, No. 1, Januari-Juni 2011, 140.

Nasr, Seyyed Hossein, Tasawuf Dulu dan Sekarang, Terj. Abdul Hadi W. M. (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1991), 198.

Rahman, Fazlur, Islam (Chicago & London: University of Chicago Press, 1996), 156.

Ritzer George, dan Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi: Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosiologi Postmodern, terj. Nurhadi, (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2009), 555-557.

Riyadi, Abdul Kadir, Arkeologi Tasawuf (Bandung: Mizan, 2016), 6.

Riyadi, Abdul Kadir, Tasawuf Urban: Antara Fenomena Reliji dan Gairah Keagamaan, Orasi Ilmiah disampaikan dalam Rangka Wisuda Program Sarjana STAI Al-Fithrah Surabaya (Surabaya: STAI al-Fithrah Press, 2012), 5.

Ruslani (ed.), Wacana Spiritualitas Timur dan Barat (Yogyakarta: Qalam, 2000), vi.

Sokhi Huda, Tasawuf Kultural; Fenomena Shalawat Wahidiyah (Surabaya: Imtiyaz, 2015), 3.

Wirawan, Ida Bagus, Teori-teori Sosial dalam Tiga Paradigma (Jakarta: Kencana, 2012), 306-307.

Sumber Wawancara

Hasanuddin, “Wawancara”, Surabaya, 6 Mei 2019.

Muhammad Nawawi, Wawancara, Surabaya, 11 Sepetember 2019.

Amin Wava, Wawancara, Kediri, 11 September 2019.

Deeda Nagara Anwar, Wawancara, Surabaya, 12 September 2019.

Rico, Wawancara, Surabaya, 31 Juli 2019.

Emil Sanif Tarigan,Wawancara, Jakarta, 17 Maret 2018.

Published
2024-07-19
How to Cite
Rosidi, R. (2024). Sufisme KH. Asrori Al Ishaqi sebagai Legitimasi dan Signifikansi Tasawuf Urban. Proceedings of International Conference on Muslim Society and Thought, 4, 136-146. https://doi.org/10.15642/ICMUST.4.2024.1702
Section
Articles