The THE UTILIZATION OF DIGITAL TECHNOLOGY IN HEALTH ADVOCACY TO RAISE AWARENESS OF STUNTING
Abstract
Abstract
The purpose of this study is to investigate how digital technology in health care might increase public awareness of stunting in Surabaya. Stunting is a serious health issue that lowers an infant's growth potential and the quality of human tissue over time. As part of the agama-based health campaign, the health department has a significant potential to highlight the importance of stunting and malnutrition. Digital technologies such as social media, health applications, and websites facilitate the timely and interactive reporting of health issues. This study used a case study methodology that involves gathering data through interviews with community members who serve as digital ambassadors, health professionals, and laywers. Deskriptif data analysis is used to assess the effectiveness of digital platforms in raising public awareness. The study's findings indicate that social media, particularly Instagram and WhatsApp, are effective tools for disseminating health information on stunting. Collaborating with local health organizations and religious organizations also increases the population's participation in the fight against stunting. However, there is still a problem with digital literacy and limited access to technology among the lower classes.In summary, digital technology is an effective tool in health care, even though digital accessibility and literacy still need to be improved.
Keywords: Digital Trends, Health Da'wah, Public Awareness, Stunting
References
Afif et al. (2021) – Literasi Digital di Kalangan Masyarakat Marginal
Ajzen, I., & Fishbein, M. (1980). Understanding attitudes and predicting social behavior. Prentice Hall.
Anwar, M., Hidayah, S., & Lestari, Y. (2023). Penggunaan bahasa sederhana dalam penyampaian pesan kesehatan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(3), 88-100.
Arifah, H., & Ningsih, N. (2023). Pelatihan literasi digital untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(2), 12-20.
BPS (Badan Pusat Statistik) (2022). Data Penetrasi Internet di Surabaya.
BPS Surabaya (2022) – Data Penetrasi Internet di Kota Surabaya
Budiarto, A., & Wijayanti, R. (2023). Pengaruh sosial tokoh agama terhadap pandangan masyarakat tentang isu kesehatan. Jurnal Sosiologi Kesehatan, 15(1), 80-90.
Dewi, R. (2023). Inovasi pendekatan komunikasi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan remaja. Jurnal Kesehatan Remaja, 12(1), 22-34.
Dewi, R., & Amir, S. (2023). Pesan kesehatan dari tokoh agama dan penerimaan masyarakat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(2), 55-65.
Dinas Kesehatan Kota Surabaya (2023). Data Prevalensi Stunting.
Eshet-Alkalai, Y. (2004). Digital literacy: A conceptual framework for survival skills in the digital era. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, 13(1), 93-106.
Fitria, Y., & Mustika, A. (2023). Peningkatan literasi digital di kalangan ibu rumah tangga untuk akses informasi kesehatan. Jurnal Teknologi Informasi dan Kesehatan, 10(1), 15-25.
Handayani, L. (2022). Pendidikan kesehatan dalam membentuk perilaku positif masyarakat. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 16(2), 44-56.
Hasan, R., & Wati, D. (2022). Individu dengan literasi digital tinggi dan informasi kesehatan online. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 21(4), 29-40.
Hidayah, N. (2023). Pengaruh faktor demografi terhadap adopsi teknologi digital dalam konteks kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan, 18(3), 67-79.
Hidayati et al. (2020) – Akses dan Literasi Teknologi dalam Kesehatan
Iskandar, Y., & Putra, M. (2023). Kepercayaan terhadap tokoh agama dan partisipasi dalam program kesehatan. Jurnal Kesehatan dan Masyarakat, 13(2), 41-50.
Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2022). Laporan tahunan akses teknologi digital di Indonesia. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Kreps, G. L., & Thornton, B. C. (1992). Health communication: Theory and practice. Sage Publications.
Kurniawan, F. (2023). Peran tokoh masyarakat dalam penyampaian informasi kesehatan. Jurnal Kesehatan Publik, 11(2), 31-40.
Lestari, A., & Ramadhan, D. (2022). Komunikasi dua arah dalam kampanye kesehatan: Membangun kepercayaan masyarakat. Jurnal Kesehatan, 20(1), 12-25.
Mulyadi et al. (2020) – Kombinasi Pesan Agama dan Informasi Kesehatan
Nugraha et al. (2021) – Literasi Digital dan Kampanye Kesehatan
Nuraini, S. (2023). Intervensi berbasis komunitas dan niat berperilaku sehat. Jurnal Komunitas, 22(2), 75-84.
Prasetyo, D., Susanto, R., & Wulandari, R. (2023). Niat untuk mengadopsi perilaku sehat dalam kampanye kesehatan. Jurnal Perilaku Kesehatan, 13(1), 20-30.
Purnama, A. (2023). Kepercayaan masyarakat terhadap tokoh agama dalam pencegahan stunting. Jurnal Kesehatan Anak, 12(1), 23-35.
Putra et al. (2021) – Penggunaan Media Sosial dalam Dakwah Kesehatan
Rahayu et al. (2020) – Kolaborasi Lembaga Kesehatan dan Tokoh Agama
Rahman et al. (2019) – Peran Tokoh Agama dalam Kampanye Kesehatan
Rahman, M., & Utami, E. (2022). Literasi digital sebagai kunci dalam mengatasi ketimpangan akses informasi kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 19(3), 95-108.
Riski, A., Setiawan, B., & Handayani, S. (2023). Penggunaan media sosial dalam penyebaran informasi kesehatan dan dampaknya terhadap kesadaran masyarakat di daerah terpencil. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 45-58.
Santoso, A., & Rahayu, N. (2023). Norma sosial dan perubahan perilaku kesehatan individu. Jurnal Sosiologi Kesehatan, 14(3), 99-110.
Saputra, Y., & Lestari, A. (2023). Saluran komunikasi dan pengaruhnya terhadap adopsi teknologi kesehatan. Jurnal Teknologi Kesehatan, 14(2), 35-48.
Sari, R., Rahmat, A., & Fitri, Y. (2022). Kontrol perilaku dan keputusan kesehatan individu. Jurnal Psikologi Kesehatan, 18(1), 43-58.
Sembiring, T., & Fitria, A. (2022). Hubungan emosional antara tokoh agama dan masyarakat dalam perilaku kesehatan. Jurnal Psikologi Kesehatan, 11(3), 33-42.
Setiawan, R. (2022). Konteks lokal dalam penyampaian pesan kesehatan. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 9(4), 54-67.
Supriyadi, A., & Anisa, F. (2023). Literasi digital dan keberhasilan kampanye kesehatan berbasis media sosial. Jurnal Media Kesehatan, 17(3), 67-78.
Suryani et al. (2022) – Aplikasi Kesehatan untuk Pencegahan Stunting
Utami et al. (2023) – Kebijakan Akses Teknologi untuk Masyarakat Luas
Yulianto, A., Subali, B., & Widiastuti, A. (2023). Pendekatan berbasis budaya dalam komunikasi kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 45-58.