Analisis Framing Terhadap pemberitaan “Peringatan Darurat” pada Media Online Jawa Pos dan CNN Indonesia
Abstract
Beberapa waktu terakhir media di Indonesia ramai dengan pemberitaan ‘Peringatan Darurat’. Media online dan media pemberitaan lainnya juga membahas mengenai peristiwa ‘Peringatan Darurat’ sebagai bentuk protes terhadap DPR yang dianggap mengabaikan keputusan MK terkait RUU pilkada, hal tersebut dianggap menyalahi aturan sehingga mendapatkan banyak respon negatif dari masyarakat. Dengan menganalisis berita tersebut dari dua media online yaitu JawaPos dan CNN Indonesia peneliti ingin memahami dan membedah bagaimana kedua media online membingkai berita ‘Peringatan Darurat’ dengan menggunakan metode kualitatif dan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Dari kedua berita ini mendapatkan hasil framing dalam berita JawaPos dan CNN Indonesia sama-sama mengacu pada angle negatif, kedua berita ini memberitakan peristiwa ‘peringatan darurat’ terjadi karena ada buruknya sistem pemerintahan Indonesia. Hal itu juga dapat menggiring opini buruk masyarakat kepada pemerintah melihat kondisi yang ada. Selain itu, analisis dari berita ini menunjukkan kedua media online JawaPos, dan CNN Indonesia memiliki kemiripan dalam topik pembingkaian berita. Namun, ada hal yang membedakan di antara kedua media online tersebut yaitu cara kedua media online tersebut menyajikan berita, hal itu menunjukkan bahwa setiap media memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan sebuah berita atau peristiwa.
Kata Kunci: Framing, Media Online, Peringatan Darurat








