Peran Media Digital dalam Menjembatani Komunikasi Antarbudaya pada Dakwah Kontemporer
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dinamika dakwah Islam kontemporer. Dakwah kini tidak lagi terbatas pada ruang fisik seperti masjid atau majelis taklim, tetapi telah berkembang ke ruang virtual yang terbuka, dinamis, dan menjangkau audiens lintas budaya serta negara. Transformasi ini memungkinkan pesan keagamaan disebarluaskan secara cepat dan interaktif melalui berbagai platform media sosial, situs dakwah, dan aplikasi streaming yang mendorong partisipasi masyarakat global. Media digital berperan sebagai sarana komunikasi dua arah antara pendakwah dan mad’u, sekaligus menjadi ruang pertemuan antarbudaya yang memperkaya pemahaman serta pengalaman keagamaan umat Islam di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media digital dalam menjembatani komunikasi antarbudaya pada dakwah kontemporer. Fokus kajian diarahkan pada potensi media digital dalam membangun dialog lintas budaya, mengidentifikasi tantangan akibat keberagaman persepsi, serta merumuskan strategi dakwah yang efektif di tengah arus disrupsi informasi. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui analisis jurnal ilmiah, buku akademik, dan publikasi daring yang relevan dengan tema dakwah digital, komunikasi antarbudaya, serta moderasi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital tidak hanya menjadi sarana penyebaran pesan keagamaan, tetapi juga ruang diplomasi budaya yang memperkuat nilai-nilai Islam wasathiyah. Melalui konten seperti video dakwah, podcast, dan kampanye media sosial, dakwah dapat membangun citra Islam yang damai, moderat, dan inklusif. Namun, muncul tantangan seperti hoaks keagamaan, bias algoritma, dan komersialisasi dakwah. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi digital yang adaptif, kontekstual, dan beretika agar dakwah tetap berorientasi pada nilai rahmatan lil ‘alamin.
References
Blumer, H. (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. Englewood Cliffs: Prentice-Hall.
Castells, M. (2009). Communication Power. Oxford University Press.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Gudykunst, W. B., & Kim, Y. Y. (2017). Communicating with Strangers: An Approach to Intercultural Communication (5th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315081721
Haryanto, A. (2021). Personalization of Da’wah Content in Social Media: A Data-Based Communication Perspective. Jurnal Komunikasi Islam, 11(2), 145–160. https://doi.org/10.15642/jki.2021.11.2.145-160
Hofstede, G. (2010). Cultures and Organizations: Software of the Mind (3rd ed.). McGraw-Hill.
Jalaluddin Rakhmat. (2001). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Jenkins, H. (2006). Convergence Culture: Where Old and New Media Collide. New York University Press.
Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1974). Utilization of Mass Communication by the Individual. In J. G. Blumler & E. Katz (Eds.), The Uses of Mass Communications: Current Perspectives on Gratifications Research (pp. 19–32). Sage Publications.
Maulana, R., & Rahmat, M. (2023). Strategi Dakwah Moderatif di Era Digital: Studi Gerakan Dakwah Islam Damai di Media Sosial. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 8(1), 45–62. https://doi.org/10.24042/jdki.v8i1.15021
McCombs, M. E., & Shaw, D. L. (1972). The Agenda-Setting Function of Mass Media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176–187. https://doi.org/10.1086/267990
McLuhan, M. (1964). Understanding Media: The Extensions of Man. McGraw-Hill.
Musdalifah, & Salisah, N. H. (2022). Dakwah di Era Media Sosial: Studi Fenomena Dai Muda di Platform TikTok. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 7(1), 33–48. https://doi.org/10.21043/jkpi.v7i1.13945
Noelle-Neumann, E. (1974). The Spiral of Silence: A Theory of Public Opinion. Journal of Communication, 24(2), 43–51. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1974.tb00367.x
Potter, W. J. (2013). Media Literacy (6th ed.). SAGE Publications.
Rahmat, M., & Maulana, R. (2023). Media Sosial dan Penyebaran Paham Keagamaan Radikal di Indonesia. Jurnal Komunikasi Islam dan Sosial, 5(2), 101–118. https://doi.org/10.24252/jkis.v5i2.23014
Rizky, A. D., Hasanah, U., & Salisah, N. H. (2021). Interaksi Sosial di Dunia Siber: Analisis Dakwah Digital Generasi Milenial. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 6(2), 89–104. https://doi.org/10.24042/jdk.v6i2.11654
Salisah, N. H., & Rahman, A. (2022). Moderasi Beragama dalam Dakwah Digital: Perspektif Komunikasi Islam. Jurnal Ilmu Dakwah, 42(1), 77–95. https://doi.org/10.21580/jid.v42i1.12903
Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2013). Communication Between Cultures (8th ed.). Wadsworth Cengage Learning.
Setiawan, I. (2021). Diplomasi Budaya Islam Melalui Media Digital: Studi Analisis Konten Dakwah Humanis di YouTube. Jurnal Komunikasi Islam, 11(1), 23–40. https://doi.org/10.15642/jki.2021.11.1.23-40
Sutrisno, E. (2020). Ustaz sebagai Influencer: Pergeseran Otoritas Dakwah di Era Digital. Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 14(2), 151–168. https://doi.org/10.24090/komunika.v14i2.4450
Wahyuni, S. (2022). Echo Chamber dan Polarisasi Agama di Media Sosial: Tantangan Dakwah Moderatif. Jurnal Komunikasi dan Masyarakat Digital, 3(2), 56–71. https://doi.org/10.25077/jkomasdig.v3i2.2212
We Are Social. (2024). Digital 2024: Indonesia. Retrieved from https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia








