Gambaran Resiliensi Pada Mahasiswa Rantau Tingkat Akhir Di Kota Malang Dan Surabaya
Abstract
Penelitian ini mengkaji resiliensi mahasiswa rantau tingkat akhir di Malang dan Surabaya, dengan fokus faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan mental dalam menghadapi tekanan akademik. Melalui wawancara mendalam dengan lima responden, ditemukan bahwa pengalaman awal adaptasi memaikan peran kunci dalam pembentukan resiliensi. Mahasiswa di Surabaya lebih cenderung mengembangkan keterampilan multitasking, sementara di Malang lebih fokus pada refleksi diri. Dukungan sosial, kontrol diri, dan spiritualitas terbukti sebagai pendorong utama resiliensi, sesuai dengan teori resiliensi yang menekankan kemampuan individu untuk bangkit dari stress melalui sumber daya internal dan eksternal. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatakan holistik dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa, diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan program dukungan yang lebih efektif.