Bentuk Regulasi Emosi Pada Remaja yang Pernah Melakukan Self-Harm
Abstract
Self-Harm merupakan perilaku menyakiti diri tanpa adanya tujuan untuk bunuh diri. Tujuan dari Penelitian ini mengungkap bahwa perilaku self-harm digunakan individu sebagai mekanisme untuk mengatasi rasa sakit emosional melalui tindakan melukai diri sendiri, meskipun tanpa niat untuk bunuh diri. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitian ini menggunakan 2 subjek remaja yang pernah melakukan Self -Harm namun mengenadalikan dengan car amelakukan regulasi emosi. Hasil analisis pada penelitian yang di lakukan oleh 2 subjek ini menunjukkan bahwa perilaku ini dipengaruhi oleh komunikasi dalam keluarga, lingkungan sosial, dan karakteristik kepribadian seperti introversi serta pola pikir yang kaku. Self-harm sering kali merupakan respons terhadap kesulitan dalam mengelola emosi negatif seperti kecemasan dan depresi. Meskipun memberikan kepuasan sementara, individu yang melakukan self-harm cenderung tidak menyadari dampak jangka panjangnya. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam memahami motivasi di balik perilaku self-harm dan membuka peluang untuk pengembangan strategi pencegahan yang lebih efektif. Keterbatasan penelitian menunjukkan perlunya eksplorasi lebih lanjut mengenai strategi coping positif dan dukungan sosial untuk individu berisiko.