Perbedaan Gender dalam Self-Compassion untuk Menghadapi Quarter-Life Crisis Pada Dewasa Awal di Jawa Timur

  • Intan Syafira Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Lufiana Harnany Utami Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Gender, Self-Compassion, Quarter-Life Crisis, Dewasa Awal

Abstract

Studi ini dilaksanakan untuk menyelidiki dampak self-compassion dalam menghadapi quarter-life crisis pada populasi dewasa awal di wilayah Jawa Timur, dengan dengan menganalisis gender sebagai variabel moderator. Fase dewasa awal merupakan periode penuh tantangan, di mana kapasitas individu dalam menyikapi diri dengan penuh kasih sayang dapat memitigasi tekanan dan gejolak kehidupan di rentang usia 20-an. Pendekatan riset yang diterapkan adalah metodologi kuantitatif dengan rancangan korelasional.. Pengumpulan data melibatkan 150 partisipan pria dan wanita, menggunakan alat ukur Self-Compassion Scale (SCS) dan Quarter Life Crisis Scale. Pengolahan data dilakukan menggunakan Process Macro by Hayes (Model 1) untuk menganalisis efek moderasi gender dalam keterkaitan antara belas kasih diri dan krisis seperempat kehidupan. Temuan riset mengindikasikan terdapat variasi bermakna dalam tingkat self-compassion berdasarkan gender, dengan kelompok perempuan menunjukkan level yang lebih tinggi. Lebih lanjut, self-compassion mengindikasikan peran signifikan dalam menurunkan quarter-life crisis, dengan pengaruh yang lebih kuat pada perempuan. Kesimpulannya, self-compassion merupakan faktor penting dalam mengurangi quarter-life crisis, dan intervensi berbasis gender perlu dipertimbangkan dalam upaya membantu individu menghadapi fase krisis ini.

Published
2025-05-11