Studi Kasus Deteksi Development Delay Terhadap Perkembangan Motorik Anak Usia Dini
Abstract
Perkembangan motorik pada anak merupakan proses anak belajar keterampilan gerak. Perkembangan motorik terjadi seumur hidup namun pada usia 0-2 tahun anak mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga orang tua perlu memperhatikan dan memberikan stimulasi untuk membantu perkembangan motorik anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deteksi dini development delay terhadap perkembangan motorik anak pada usia dini yaitu 0-2 tahun. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan analisis dokumen berupa checklist yang berisi kategori perilaku yang akan diobservasi pada subjek. Checklist yang digunakan yaitu oleh Children’s Memorial Hospital Chicago USA. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi data. Populasi pada penelitian ini adalah anak asuh yang berada di UPT di Sidoarjo. Sampel yang digunakan berjumlah 1 anak dengan kategori anak berusia 0-2 tahun yang mengalami keterlambatan motorik. teknik pengambilan sampel menggunkan purposive sampling. Hasil yang diperoleh anak mengalami development delay karena lemahnya alat gerak atas dan bawah. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak salah satunya tonus otot, genetik, pemenuhan nutrisi, pemberian ASI eksklusif, berat badan lahir rendah, obesitas dan stimulasi oleh orang tua dan lingkungan sehingga perlu diberikan stimulasi untuk mendorong perkembangan motorik anak.