Pengalaman Remaja Pasca Perceraian Orang Tua dalam Penyesuaian Diri

  • Nufia Ainin Naba'ul Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Suryani Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Dedy Suprayogi Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Penyesuaian Diri, Remaja, Pasca Perceraian

Abstract

Remaja yang mengalami perceraian sering menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan lingkungan, kehilangan satu orang tua, dan penyesuaian diri dengan situasi baru. Penyesuaian diri remaja pasca perceraian orang tua merupakan proses yang kompleks dan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penyesuaian diri remaja pasca perceraian orang tua, serta bagaimana mereka melakukan penyesuaian diri untuk mencapai keseimbangan dan kestabilan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman subjektif remaja dalam menghadapi perubahan lingkungan dan kehilangan satu orang tua. Tiga remaja yang telah mengalami perceraian orang tua menjadi subjek penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja menghadapi perubahan diri yang kompleks, termasuk pola komunikasi yang buruk, kurangnya dukungan orang tua, dan emosi negatif yang timbul. Namun, dukungan sosial dan komunikasi yang baik juga dikenal sebagai faktor pendukung penyesuaian diri. Empat tema utama yang muncul dalam penelitian ini adalah perubahan diri setelah proses penyesuaian, faktor-faktor yang menghambat penyesuaian, serta aspek-aspek yang mendukung penyesuaian diri. Temuan ini menyoroti pentingnya dukungan sosial dan komunikasi yang baik dalam membantu remaja menavigasi proses penyesuaian diri pasca perceraian orang tua. Penelitian ini daiharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pemahaman tentang dampak perceraian orang tua terhadap psikologis dan emosi remaja, serta membantu dalam memberikan solusi terhadap topik permasalahan yang sedang dialami oleh remaja dalam situasi serupa.

Published
2025-05-11