Penerimaan Diri Orang Tua Yang Mempunyai Anak Tuna Rungu

  • Deka Alamsyah Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Siti Khorriyatul Khotimah Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Eko Teguh Pribadi Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Penerimaan diri orang tua, tuna rungu

Abstract

Semua orang tua ingin memiliki anak kandung yang di lahirkan sendiri, termasuk anak-anak yang sehat dan sempurna saat di lahirkan, beberapa di antaranya telah mengalami masalah fisik atau mental sejak kecil. Orang tua ketika mempunyai anak berkebutuhan khusus tentunya harus mempersiapkan diri mereka untuk memikul beban fisik dan mental yang berbeda dari sebelumnya salah satu nya yaituh anak tunarungu yang memiliki masalah pendengaran. Penelitian ini memiliki tujuan bagaimana orang tua melihat penerimaan diri pada anak berkebutuhan khusus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara langsung pada dua orang tua anak tunarungu. Bawah orang tua sudah memiliki penerimaan diri yang cukup baik, seperti yang ditunjukkan oleh dua orang tua yang mampu menerima berbagai aspek penerimaan diri. Setelah beberapa waktu, beberapa informan menyatakan bahwa fase penerimaan diri yang paling sulit terjadi pada tahun pertama hingga kelima setelah mengetahui bahwa anak mereka sendiri memiliki kekurangan di bagian pendengaran.

Published
2025-05-18