Peran Self Efficacy dalam Mengatasi Quarter Life Crisis: Analisis Berdasarkan Jenis Kelamin

  • Qonita Lutfi Tsabita Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Lufiana Harnany Utami Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Romyun Alvy Khoiriyah Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: quarter life crisis, self efficacy, jenis kelamin

Abstract

Penelitian ini meneliti peran self efficacy terhadap quarter life crisis dengan mempertimbangkan pengaruh jenis kelamin sebagai variabel moderasi. Hasil membuktikan bahwa self efficacy memiliki pengaruh positif dengan quarter life crisis (koefisien = 1,5343; p < 0,0001), mengindikasikan bahwa tantangan quarter life crisis lebih mudah ditangai oleh individu dengan self  efficacy yang baik, meskipun tetap berpotensi menciptakan tantangan baru. Jenis kelamin juga ditemukan berpengaruh positif terhadap quarter life crisis (koefisien = 29,2550; p = 0,0024), dengan perempuan cenderung mengatasi tingkat quarter life crisis lebih tinggi daripada laki-laki. Interaksi antara self efficacy dan jenis kelamin membuktikan moderasi signifikan (koefisien = -0,6389; p = 0,0104), mengindikasikan bahwa pengaruh self efficacy terhadap quarter life crisis bervariasi berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menyoroti pentingnya penguatan self efficacy melalui pelatihan atau konseling sebagai upaya me mbantu individu melewati fase quarter life crisis. Intervensi berbasis gender dapat diterapkan, khususnya untuk perempuan yang lebih rentan terhadap quarter life crisis. Dukungan sosial juga menjadi kunci dalam mengurangi dampak krisis ini.

Published
2025-05-18