Kepercayaan Diri Atlet Difabel Cabang Olahraga Bulutangkis
Abstract
Kepercayaan diri atlet difabel dalam cabang olahraga bulutangkis, yang merupakan faktor penting dalam menghadapi tantangan fisik, tekanan mental, dan stigma sosial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap seorang atlet difabel yang berlatih di Pelatnas National Paralympic Committee Indonesia. Analisis tematik mengungkap tiga dimensi kepercayaan diri: level (tingkat), strength (kekuatan), dan generality (generalisasi). Kepercayaan diri tinggi memungkinkan atlet difabel untuk fokus, mengelola tekanan, dan memanfaatkan keterampilan teknis serta strategi secara optimal. Selain itu, penerimaan diri, pola pikir positif, dan regulasi emosi menjadi faktor utama dalam mendukung kepercayaan diri mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan dari pelatih, lingkungan sosial, dan program pelatihan yang terarah untuk meningkatkan performa dan efikasi diri atlet difabel