Gambaran Resiliensi Akademik Pada Remaja Penyandang Difabel
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan resiliensi akademik pada remaja penyandang disabilitas dengan menekankan peran dukungan sosial dalam meningkatkan ketahanan akademik mereka. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua partisipan berusia 15 dan 16 tahun yang bersekolah di sekolah inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi tema-tema utama berdasarkan empat dimensi resiliensi akademik: kepercayaan diri, kontrol diri, ketenangan, dan ketekunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan mampu menerima kondisi fisiknya, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan strategi kontrol diri melalui regulasi emosi, dukungan sosial, dan aktivitas positif. Dukungan dari teman, keluarga, serta guru berperan signifikan dalam memperkuat ketenangan dan ketekunan partisipan dalam menghadapi tantangan akademik. Temuan ini menegaskan bahwa penerimaan diri, dukungan sosial, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan akademik menjadi faktor kunci dalam membangun resiliensi akademik remaja difabel, sekaligus menekankan pentingnya lingkungan pendidikan inklusif yang mendukung kesejahteraan dan keberhasilan akademik mereka.