Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Status Gizi Pada Remaja

  • Nafiisa Febrina Putri Sunardi Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Estri Kusumawati Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Eko Teguh Pribadi Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Makanan Cepat Saji, Status Gizi, Pola Makan, IMT

Abstract

Indonesia saat ini menghadapi tantangan gizi terkait kebiasaan konsumsi makanan cepat saji yaitu masih tingginya prevalensi kekurangan gizi dan meningkatnya kasus gizi lebih. Salah satu yang menjadi faktor utama dalam memengaruhi status gizi tersebut adalah kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang sehat, termasuk meningkatnya konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji terhadap status gizi pada remaja di SMP GIKI 2 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 104 responden yang terpilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan pengukuran antropometri digunakan untuk menentukan status gizi berdasarkan IMT. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi α=0,05. Di dapatkan hasil dari penelitian ini yang menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki kebiasaan yang jarang untuk mengonsumsi makanan cepat saji (53,8%) dan sebagian besar responden memiliki status gizi normal (50%). Hasil uji korelasi menunjukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,021 dengan signifikansi 0,834 (p>0,05) yang dimana tidak terdapat hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan konsumsi makanan cepat saji bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi status gizi remaja.

Published
2025-11-28