Hubungan Emotional Eating, Tingkat Stres Akademik dengan Status Gizi pada Siswa/i SMP-IT Permata Surabaya
Abstract
Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan psikologis, perubahan fisik, serta sosial emosional yang kompleks, sehingga membuat remaja lebih rentan terhadap stres akademik dan perilaku makan yang kurang adaptif. Status gizi remaja dapat dipengaruhi oleh perilaku emotional eating, yaitu kecenderungan makan berlebihan sebagai reaksi terhadap perasaan negatif. Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji hubungan antara variabel emotional eating dan tingkat stres akademik dengan status gizi pada siswa/i SMP-IT Permata Surabaya. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan September 2025. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa/i SMP-IT Permata Surabaya dan total subjek yang diteliti adalah 72 subjek yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara emotional eating dengan status gizi (p=0,000; r=0,416) serta antara tingkat stres akademik dengan status gizi (p=0,000; r=0,630). Sebagian besar siswa/i dengan emotional eating sedang memiliki status gizi normal (72,2%), sedangkan siswa/i dengan stres akademik berat cenderung mengalami gizi lebih (81,3%). Disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara emotional eating dan tingkat stres akademik dengan status gizi pada siswa/i SMP-IT Permata Surabaya. Peningkatan stres akademik dapat memicu perilaku makan emosional yang berdampak pada peningkatan status gizi.