Hubungan Fear Of Missing Out (FoMO) Terkait Tren Makanan Dengan Status Gizi Mahasiswa Gizi UIN Sunan Ampel

  • Najha Ayis Zahirah Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Estri Kusumawati Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Eko Teguh Pribadi Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: Fear of Missing Out (FoMO), tren makanan, status gizi, mahasiswa

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan penggunaan media sosial yang intens di kalangan siswa telah mempengaruhi perilaku konsumsi makanan. Fear of Missing Out (FoMO) muncul sebagai bentuk kecemaan ketika seseorang merasa tertinggal dari tren sosial, termasuk tren makanan yang populer di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku FoMO terkait tren makanan dengan status gizi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan teknik purposive random sampling terhadap 36 mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya. Data FoMO diperoleh melaui kuesioner dengan skala likert yang telah diuji validitas dan reabilitasnya (α = 0,882), sedangkan status gizi diukur menggunakan IIndeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's rho dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku FoMO terkait tren makanan dengan status gizi siswa (r = 0,571; p = 0,000). Semakin tinggi tingkat FoMO, semakin besar kemungkinan perubahan status gizi menjadi tidak seimbang, baik gizi lebih maupun kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku FoMO memiliki pengaruh yang signifikan terhadap status gizi pelajar, sehingga pendekatan edukasi gizi di era digital perlu mempertimbangkan faktor psikososial dan perilaku digital yang mempengaruhi pola konsumsi makanan.

Published
2025-11-28