Gambaran Spiritual well being pada Anak Broken Home dengan Riwayat Penyakit Tuberkulosis (TBC)
Abstract
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit kronis menular yang berdampak signifikan pada kondisi fisik dan psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan spiritual well-being (spiritual well-being) pada individu anak broken home dengan riwayat penyakit TBC. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologis. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak dua orang yang diwawancarai secara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritual well-being partisipan tercermin dalam empat dimensi, yaitu personal (rasa syukur, semangat, optimisme), komunal (dukungan keluarga, teman, dan lingkungan sosial), lingkungan (keterhubungan dengan alam dan perilaku hidup sehat), serta transendental (keyakinan, doa, dan praktik religius). Keempat dimensi tersebut berperan saling melengkapi dalam memperkuat resiliensi, menjaga kesehatan mental, serta meningkatkan kualitas hidup. Dengan demikian, spiritual well-being dapat dipahami sebagai faktor protektif yang membantu anak broken home dengan riwayat TBC menghadapi tantangan kehidupannya secara lebih adaptif.