Anxiety in Disabled Badminton Athletes in Facing Mental Challenges in Competition
Abstract
Tujuan kajian ini adalah mengidentifikasi dan memahami pengalaman kecemasan pada atlet bulutangkis disabilitas ketika menghadapi tantangan mental selama kompetisi. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap tujuh atlet yang berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Wawancara semi-terstruktur digunakan untuk menggali respons emosional, gejala fisik, tekanan eksternal, serta strategi koping yang diterapkan. Hasil menunjukkan dua bentuk kecemasan utama, yaitu kecemasan situasional (state anxiety) yang muncul sebelum atau selama pertandingan dan ditandai oleh ketegangan, kekhawatiran, serta gejala fisik seperti peningkatan detak jantung dan keringat berlebih; serta kecemasan personal (trait anxiety) yang mencerminkan kecenderungan individu untuk merasa cemas secara konsisten karena faktor pribadi maupun situasional. Meskipun menghadapi tekanan tersebut, para atlet mengimplementasikan strategi koping adaptif seperti teknik relaksasi, fokus pada performa, dan peningkatan kepercayaan diri. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan psikologis terstruktur bagi atlet disabilitas guna membantu regulasi emosi, pengelolaan kecemasan, serta optimalisasi performa dalam konteks olahraga kompetitif.