Diversifikasi Produk Olahan Sayuran : Kroket Bayam Sebagai Inovasi Kuliner Sehat

  • Zahra Syadza Nabilah Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Sarita Oktorina Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Esti Novi Andyarini Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: diversifikasi pangan, kroket bayam, pangan sehat

Abstract

Konsumsi sayuran masyarakat Indonesia masih rendah dan belum memenuhi rekomendasi gizi seimbang. Salah satu strategi untuk meningkatkan konsumsi sayuran adalah melalui diversifikasi produk pangan yang inovatif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kroket bayam sebagai inovasi kuliner sehat, menganalisis kandungan gizinya, serta menilai tingkat penerimaan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen formulasi pangan dengan penambahan bayam segar sebanyak 30% dari total adonan kentang. Analisis kandungan gizi dilakukan secara estimatif menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), sedangkan uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis tidak terlatih menggunakan skala hedonik 1–5 untuk aspek warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu buah kroket bayam (±35 g) mengandung energi 82 kkal, protein 6,1 g, lemak 8,3 g, karbohidrat 4,7 g, serta tambahan serat dan vitamin A dari bayam. Penilaian organoleptik menunjukkan tingkat penerimaan yang baik, dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,1 (suka). Temuan ini mengindikasikan bahwa penambahan bayam dapat meningkatkan nilai gizi tanpa menurunkan cita rasa dan penerimaan konsumen. Dengan demikian, kroket bayam berpotensi menjadi alternatif inovasi kuliner sehat yang mendukung diversifikasi pangan berbasis sayuran dan peningkatan konsumsi sayur di masyarakat.

 

Kata Kunci : diversifikasi pangan; kroket bayam; pangan sehat.

Published
2025-12-03