Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS
en-USProceedings of PsychoNutrition Student Summit3090-0956Analisis Zat Gizi dan Uji Organoleptik Pastel Cassava sebagai Pemberian Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4102
<p><em>Ibu hamil merupakan kelompok rentan gizi yang membutuhkan asupan energi, protein, vitamin, dan mineral lebih tinggi dibandingkan perempuan tidak hamil. Kekurangan gizi pada masa kehamilan dapat meningkatkan risiko anemia, komplikasi kehamilan, serta stunting pada anak. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Penyediaan makanan tambahan (PMT) yang menggunakan bahan pangan lokal merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan status gizi pada ibu hamil. Pastel cassava yaitu pastel berbahan dasar singkong yang dikombinasikan dengan bahan pangan hewani dan nabati, berpotensi menjadi inovasi dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tidak hanya memiliki nilai gizi tinggi, tetapi juga disukai dari segi cita rasa hingga uji organoleptiknya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan gizi pada pastel cassava serta mengevaluasi tingkat penerimaan organoleptiknya pada ibu hamil. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri atas 37 ibu hamil yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Wiyung, Surabaya. Analisis kandungan gizi pastel cassava dilakukan menggunakan acuan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) Indonesia, sedangkan uji organoleptik dilakukan menggunakan metode uji hedonik dengan melibatkan 13 panelis ibu hamil yang teridentifikasi mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Panelis diminta menilai aspek warna, aroma, rasa, tekstur, serta penampilan keseluruhan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu porsi pastel cassava (90 g) mengandung energi sebesar 70,9 kkal, protein 2,81 g, lemak 2,96 g, karbohidrat 8,95 g, zat besi 1,5 mg, kalsium 17,6 mg, asam folat 10,6 µg, dan β-karoten 166,4 µg. Hasil uji organoleptik memperlihatkan bahwa mayoritas panelis menilai produk dalam kategori “suka” hingga “sangat suka” pada aspek rasa, aroma, dan penampilan, meskipun aspek tekstur dinilai masih perlu perbaikan. Kesimpulannya yaitu pastel cassava memiliki kandungan gizi yang relevan untuk mendukung kebutuhan nutrisi ibu hamil sekaligus memiliki tingkat penerimaan yang cukup baik. Produk ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang memanfaatkan bahan pangan lokal ditujukan untuk meningkatkan status gizi pada ibu hamil.</em></p>Dinia Roihana MawardaRia Qadariah AriefNova Lusiana
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-142025-11-142119Hubungan Pengetahuan Ibu Terkait Gizi Seimbang dengan Status Gizi Balita Usia 0-5 tahun di Kelurahan Mojo, Kota Surabaya
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4135
<p><em>Status terkait pada gizi terhadap masa anak membutuhkan perhatian secara serius dari orang tua, kurangnya gizi terhadap anak diketahui dapat menghadirkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan. Kekurangan gizi diketahui dapat menghasilkan akibat fatal terhadap hadirnya perkembangan dan juga pertumbuhan dari anak, 1 diantaranya yakni terhadap perkembangan otak. Tujuan dari kajian ini untuk dapat dipahami keterkaitan yang hadir antara pengetahuan dari ibu mengenai gizi yang seimbang pada status gizi dari balita usia 0 hingga 5 tahun di Kelurahan Mojo, Kota Surabaya. Jenis kajian yang diaplikasikan berupa analitik korelasi dengan diaplikasikannya pendekatan Cross sectional. Populasi yang dimanfaatkan dalam kajian ini yakni ibu yang memiliki anak usia 0 hingga 5 tahun di RT 15 Kelurahan Mojo, Kota Surabaya dengan sejumlah 43. Hasil upaya perhitungan besar terhadap sampel diperolehnya 37 orang, dengan dilakukan pengambilan secara acak dengan mengaplikasikan multistage random sampling. Upaya pengumpulan data mencakup data sekunder mengenai berat badan balita, tinggi badan dari balita umur balita, hasil kuesioner mengenai Pengetahuan ibu terkait pada gizi seimbang. Analisis data yang diaplikasikan dalam kajian ini yakni korelasi dari </em><em>Spearman. </em><em>Hasil kajian menyajikan bahwa hanya bajunya keterkaitan secara signifikan terkait pada pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang terhadap status gizi dari balita RT 15 RW 08, kelurahan Mojo, kota surabaya dengan p value sama dengan 0,00 dengan nilai koefisien korelasi menyajikan hadirnya keterkaitan yang secara kuat. Kesimpulan dari kajian ini yakni hadirnya keterkaitan pemahaman ibu mengenai gizi seimbang pada status gizi balita usia 0 hingga 5 tahun RT 15 , RW 08 kelurahan Mojo kota surabaya. Selain itu disarankan untuk terus menghadirkan suatu edukasi terkait pada gizi seimbang terhadap ibu-ibu agar dapat dipahaminya dengan secara mendalam mengenai gizi seimbang </em></p>Fitri ADedy SuprayogiLinda Prasetyaning Widayati
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-142025-11-14211021Analisis Penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) pada Produksi Pepes Ikan Tongkol di Catering X
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4140
<p>Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan,dan membahayakan kesehatan manusia. Penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) merupakan langkah strategis dalam menjamin keamanan pangan dan meningkatkan kualitas produk makanan di industri katering. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan HACCP pada proses produksi pepes ikan tongkol di Catering X. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, yang bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem HACCP dalam proses produksi pepes ikan tongkol di Catering X, mengidentifikasi potensi bahaya, menentukan Critical Control Points (CCP), serta memberikan rekomendasi berdasarkan prinsip HACCP guna memperkuat sistem keamanan pangan yang berkelanjutan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat beberapa bahaya biologis, kimia, dan fisik yang mungkin terjadi pada bahan baku maupun proses produksi. Hasil penelitian menetapkan enam Critical Control Point (CCP) yang harus diwaspadai. Untuk meningkatkan efektivitas sistem HACCP, disarankan agar Catering X untuk meningkatkan pengawasan higiene lingkungan produksi. Dengan perbaikan tersebut, keamanan dan kualitas produk dapat ditingkatkan, sehingga memberikan jaminan kesehatan bagi konsumen dan mendukung reputasi Catering X sebagai penyedia layanan katering yang profesional dan terpercaya</p>Fatiyah Putri AnjaniDedy SuprayogiLinda Prasetyaning Widayanti
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-142025-11-14212237Studi Kasus : Dinamika Hardiness Pada Wanita dengan Pengalaman Traumatis Berat
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4149
<p><em>Hardiness merupakan kepribadian individu yang mampu mengendalikan dan memberikan makna positif dari kejadian – kejadian buruk dalam hidupnya sehingga tidak menimbulkan stress maupun gangguan psikologis yang berat. </em><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika hardiness pada wanita yang mengalami trauma berat akibat menyaksikan kekerasan domestik fatal saat usia remaja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini mengkaji tiga dimensi utama hardiness, yaitu komitmen, kontrol diri, dan tantangan. Partisipan utama adalah seorang wanita berusia 40 tahun yang menunjukkan tingkat hardiness tinggi, meskipun berada dalam kondisi trauma berat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa partisipan memiliki kemampuan untuk mengelola emosi secara efektif melalui pendekatan spiritual, seperti memperkuat kedekatan dengan Tuhan, berdoa, dan bertawakal. Selain itu, pola pikir positif dan keberanian melihat tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan mental.</em></p>Alfa Annurya NabillaSiti Nur Asiyah
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-142025-11-14213849Gambaran Penyesuaian Diri Orang Tua dengan Anak yang Mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4151
<p>Orang tua yang memiliki anak dengan Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) perlu menyesuaikan diri agar anak mereka bisa berkembang dan tumbuh dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali gambaran penyesuaian diri para orang tua, termasuk hambatan yang mereka hadapi serta strategi yang digunakan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan perspektif fenomenologi guna memahami secara mendalam pengalaman pribadi orang tua. Partisipan penelitian meliputi tiga orang tua yang memiliki anak ADHD, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, baik tatap muka maupun secara daring, dan data tersebut dianalisis dengan pendekatan tematik. Temuan penelitian mengungkap bahwa penyesuaian diri memiliki peran penting bagi orang tua yang memiliki anak dengan ADHD. Kemampuan menerima kondisi anak, mengelola emosi, dan menyesuaikan harapan membantu orang tua menghadapi tantangan emosional serta mendukung perkembangan anak secara optimal.</p>Nada SalsabilaMoh. Sholeh
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-142025-11-14215057Gambaran Emotional Eating Pada Mahasiswa yang Tinggal di Kos (Studi Pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4155
<p><em>Mahasiswa yang datang dari daerah lain untuk melanjutkan pendidikan dan tinggal di kos dituntut dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan mandiri sebab mereka tinggal jauh dari orang tua. Hal ini dapat menjadi stresor dan memicu mereka untuk mencari pelarian yang dapat memenuhi kebutuhan emosional, salah satunya adalah dengan makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi gambaran perilaku makan emosional pada mahasiswa kos dalam upaya untuk mengatasi afek negatif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dengan subjek penelitian adalah mahasiswa semester 5 program studi psikologi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya yang tinggal di kos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi negatif memicu subjek makan lebih banyak jajanan manis dan pedas untuk meredakan emosi yang tidak menyenangkan sekaligus mengisi waktu luang saat di kos.</em></p>Masrurin Eliza HanimJainudin
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-172025-11-17215869Asupan Makronutrien dan Anemia Dalam Kehamilan Trimester Tiga
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4160
<p><em><span style="font-weight: 400;">Anemia pada ibu hamil, khususnya trimester ketiga, masih menjadi masalah gizi yang tinggi di Indonesia akibat meningkatnya kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhan janin dan volume darah ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak, dan energi) dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester ketiga. Penelitian menggunakan desain observasional kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dilaksanakan selama satu bulan di Puskesmas Wiyung. Subjek penelitian adalah ibu hamil semua usia bulan dengan status anemia yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan metode food recall 3x24 jam. Asupan energi, protein, karbohidrat, dan lemak dihitung menggunakan daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) dan dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata usia ibu hamil adalah 27,96 tahun (±4,53) dengan usia kehamilan rata-rata 28,52 minggu (±5,88). Rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil sebesar 11,56 g/dL (±1,27) menunjukkan bahwa sebagian besar ibu berada dekat dengan ambang batas anemia (<11 g/dL). Asupan makronutrien rata-rata meliputi karbohidrat 478,35 g (±203,94), protein 215,66 g (±134,35), lemak 144,80 g (±78,97), dan kalori total 3.879,24 kkal (±1.503,82). Meskipun sebagian besar ibu hamil memiliki asupan energi dan makronutrien yang tergolong cukup, prevalensi anemia mencapai 24%, yang dikategorikan sebagai masalah kesehatan masyarakat tingkat sedang menurut WHO. Diperlukan upaya peningkatan edukasi gizi kepada ibu hamil mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya zat besi, asam folat, dan vitamin B12, serta kepatuhan dalam mengonsumsi suplemen zat besi.</span></em></p>Avitra Nawang SariNova LusianaRia Qadariah Arief
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-212025-11-21217082Gambaran Meaning of Life Pada Pasien Kanker Payudara Stadium Lanjut
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4164
<p><em>Kanker payudara stadium lanjut tidak hanya menimbulkan dampak fisik yang signifikan, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis, sosial, dan spiritual pasien. Perubahan tubuh, efek samping pengobatan, serta ketidakpastian terkait penyakit dapat mengganggu kesejahteraan dan menurunkan makna hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan meaning of life pada pasien kanker payudara stadium lanjut melalui pemahaman pengalaman subjektif pasien dalam menjalani proses pengobatan dan adaptasi terhadap penyakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan partisipan seorang perempuan berusia 45 tahun yang telah menjalani operasi dan kemoterapi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan empat fase utama dalam perjalanan meaning of life pasien, yaitu: (1) proses penerimaan diri setelah diagnosis, ditandai keterkejutan, stres, peningkatan kesadaran, serta dukungan keluarga; (2) motivasi hidup yang didorong oleh harapan sembuh, dukungan sosial, dan peran sebagai ibu; (3) pengaruh dukungan psikologis dalam mengatasi kehilangan makna dan membangun kembali harapan; serta (4) penerimaan terhadap perubahan fisik dan rekonstruksi makna hidup melalui refleksi diri dan spiritualitas. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa makna hidup pasien terbentuk melalui interaksi antara dukungan sosial, spiritualitas, penerimaan diri, dan peran keluarga. Dukungan menyeluruh dari lingkungan sekitar sangat diperlukan untuk membantu pasien mempertahankan kebermaknaan hidup selama menjalani pengobatan.</em></p>Nurul AliviaSyafruddin Faisal Thohar
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-212025-11-21218395Gambaran Resiliensi Pada Penyintas Gempa Lombok Tahun 2018
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4165
<p><em>Indonesia merupakan negara dengan tingkat aktivitas seismik tinggi karena letaknya di pertemuan tiga lempeng besar dunia. Salah satu gempa besar yang berdampak luas terjadi di Lombok pada tahun 2018, menimbulkan kerusakan fisik dan gangguan psikologis yang signifikan pada masyarakat. Kondisi tersebut menuntut kemampuan individu dan komunitas untuk beradaptasi dan bangkit dari keterpurukan melalui resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aspek dan bentuk resiliensi yang dimiliki oleh penyintas gempa Lombok tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria penyintas yang secara langsung terdampak gempa dan masih menetap di wilayah tersebut. Data dikupulkan melalui wawancara daring dan dianalisis dengan menafsirkan tema-tema utama dari pengalaman subjek. Hasil penelitian menujukkan tujuh aspek resiliensi yang dialami penyintas, yaitu regulasi emosi, konrol impuls, optimisme, kemampuan menganalisis masalah, empati, efikasi diri, dan pencapaian. Setiap aspek berperan dalam membantu penyintas menyesuaikan diri dengan kondisi pascabencana serta memperkuat keyakinan spiritual dan sosial mereka. Kesimpulan dari penelitian ini mengaskan bahwa resiliensi merupakanfaktor kunci dalam pemulihan psikologis dan sosial penyintas bencana, serta dapat dikembangkan melalui dukungan sosial, religiusitas, dan nilai-nilai budaya lokal.</em></p>Anisil UsrohSyafruddin Faisal Thohar
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-212025-11-212196105Pengalaman Orang Tua Merawat Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4173
<p><em>Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan perilaku hiperaktif, impulsif, dan kesulitan fokus yang memengaruhi fungsi sosial serta emosional anak. Kondisi ini berdampak besar terhadap kehidupan keluarga, khususnya orang tua yang memiliki tanggung jawab dalam memberikan perawatan bagi anak dengan kebutuhan khusus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman orang tua dalam merawat anak dengan ADHD. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk menggali makna pengalaman hidup partisipan. Partisipan terdiri dari empat ibu berusia 25-41 tahun yang memiliki anak dengan ADHD, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua mengalami berbagai dinamika emosional sejak anak didiagnosis ADHD, mulai dari rasa sedih, bingung, hingga munculnya penerimaan terhadap kondisi anak. Tantangan yang dihadapi meliputi perilaku hiperaktif dan impulsif anak, kesulitan mengendalikan emosi, kelelahan fisik, stigma sosial, serta kekhawatiran terhadap perkembangan anak. Strategi yang digunakan mencakup pembentukan jadwal rutinitas kegiatan anak, komunikasi terbuka yang disertai kesabaran, pendampingan selama terapi, penciptaan lingkungan yang tenang dan mendukung. Pengalaman tersebut menumbuhkan empati, tanggung jawab, serta penerimaan diri yang memperkuat ketahanan psikologis orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerimaan diri, dukungan keluarga, lingkungan sosial yang positif, dan kemampuan mengelola emosi berperan penting dalam membantu orang tua mempertahankan ketahanan psikologis dalam merawat anak dengan ADHD.</em></p> <p><em> </em></p>Yunita Ika RahmawatiM. Fahmi Aufar Asyraf
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-212025-11-2121106119Dinamika Self Regulation pada Mahasiswa Penghafal Al-Quran
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4177
<p><em><span style="font-weight: 400;">Self-regulation merupakan kemampuan individu dalam mengontrol pikiran, emosi, dan perilaku untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam konteks pendidikan Islam, keterampilan ini berperan penting bagi mahasiswa penghafal Al-Qur’an dalam menjaga konsistensi dan kualitas hafalan</span></em><span style="font-weight: 400;">. </span><em><span style="font-weight: 400;">Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penghafalan Al-Qur'an melalui peran self-regulation. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, melibatkan mahasiswa yang aktif menghafal Al-Qur'an dengan pengalaman minimal satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-regulation terdiri dari tiga aspek utama: forethought, performance and volitional control, serta self-reflection. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengembangan program pembelajaran yang lebih efektif dapat dilakukan dengan memperkuat aspek-aspek self-regulation tersebut, sehingga dapat meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an di berbagai lembaga pendidikan.</span></em></p>Nadhifatur RosydahRizma Fithri
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-212025-11-2121120128Kepercayaan Diri Atlet Difabel Cabang Olahraga Bulutangkis
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4183
<p>Kepercayaan diri atlet difabel dalam cabang olahraga bulutangkis, yang merupakan faktor penting dalam menghadapi tantangan fisik, tekanan mental, dan stigma sosial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap seorang atlet difabel yang berlatih di Pelatnas National Paralympic Committee Indonesia. Analisis tematik mengungkap tiga dimensi kepercayaan diri: level (tingkat), strength (kekuatan), dan generality (generalisasi). Kepercayaan diri tinggi memungkinkan atlet difabel untuk fokus, mengelola tekanan, dan memanfaatkan keterampilan teknis serta strategi secara optimal. Selain itu, penerimaan diri, pola pikir positif, dan regulasi emosi menjadi faktor utama dalam mendukung kepercayaan diri mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan dari pelatih, lingkungan sosial, dan program pelatihan yang terarah untuk meningkatkan performa dan efikasi diri atlet difabel</p>Amelia Kharisma PutriLucky Abrorry
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-212025-11-2121129141Gambaran Citra Diri pada Laki-Laki dengan Tipe Tubuh Ektomorf yang Aktif Mengikuti Gym
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4181
<p><em>Citra diri merupakan aspek psikologis penting yang memengaruhi cara individu menilai dan mempersepsikan dirinya. Pria bertipe tubuh ektomorf sering menghadapi kesulitan membentuk citra diri positif karena sulit menaikkan berat badan dan membangun otot, sehingga rentan minder terhadap standar maskulinitas dominan. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman citra diri pria ektomorf yang aktif mengikuti gym. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi terhadap dua partisipan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra diri terbentuk dari tiga dimensi: fisik, emosional, dan sosial. Pada dimensi fisik, tubuh kurus dianggap kurang ideal meski aktivitas gym meningkatkan bentuk tubuh dan stamina. Pada dimensi emosional, rasa minder bergeser menjadi kebanggaan dan penerimaan diri melalui redefinisi maskulinitas yang menekankan kedisiplinan dan kesehatan. Pada dimensi sosial, tekanan dari stigma tubuh kurus dan standar media sosial justru menjadi motivasi berproses. Kesimpulannya, keterlibatan aktif di gym membantu pria ektomorf membangun citra diri positif. Temuan ini dapat menjadi masukan bagi praktisi psikologi dan kebugaran untuk mengembangkan pendekatan yang lebih inklusif terhadap keberagaman bentuk tubuh.</em></p>Atika Tria HariyaniDwi Rukma SantiMalikah
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-242025-11-2421142153Peningkatan Pengetahuan Gizi Dalam Rangka Penurunan Stunting Pada Balita Di Kelurahan Medokan Ayu Surabaya
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4185
<p><em><span style="font-weight: 400;">Stunting merupakan keadaan Status gizi yang diukur berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Usia (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Usia (TB/U) dengan skor-z <-2 SD1. Malnutrisi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak cukup dalam jangka panjang dapat menyebabkan stunting pada balita.. Metode :</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana metode pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria ibu yang memiliki balita stunting dengan nilai Z score <-2 SD yang berjumlah sebanyak 15 sampel. Tujuan :</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pengetahuan ibu balita terkait stunting. Hasil : hasil penelitian menunjukkan sebanyak 10 responden mengalami peningkatan nilai posttest setelah dilakukan edukasi.</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">Hasil output Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan ibu tentang stunting sebelum dilakukan edukasi dan setelah diakukan edukasi. Kesimpulan :</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">Edukasi terkait stunting sangat berpengaruh secara positif terhadap ibu balita. Edukasi ini sangat membantu ibu balita stunting untuk lebih memilih makanan yang dikonsumsi balita dan memperhatikan kandungan nutrisi yang terdapat pada makanan.</span></em></p>Niken AureliaMei Lina Fitri KumalasariWidya Nilandita
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-242025-11-2421154161Gambaran Kesabaran Wanita Histerektomi Kanker Endometrium
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4168
<p><em>Kanker endometrium menjadi isu kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan angka kematian yang tinggi di kalangan wanita. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman pasien pasca-histerektomi kanker endometrium dan peran kesabaran dalam proses pemulihan mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan subjek tiga perempuan penderita kanker endometrium yang mengalami histerektomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki tingkat kesabaran yang tinggi, yang tercermin dalam kemampuannya untuk menghadapi kesulitan hidup, berinteraksi dengan tenang, dan menerima kondisi kesehatannya dengan ikhlas. Temuan ini menunjukkan bahwa kesabaran berperan penting dalam mendukung adaptasi dan proses pemulihan pasien setelah histerektomi.</em></p>Rina OktavianaDwi Rukma SantiMalikah
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-242025-11-2421162173Self Concept Pada Remaja Cosplayer Di Surabaya
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4191
<p><em>Fenomena cosplay, sebagai bagian dari budaya pop, semakin digemari oleh remaja, terutama generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep diri remaja cosplayer dalam konteks internal dan eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomonologis untuk menggali tentang bagaimana remaja cosplayer membentuk konsep diri mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis menggunakan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi internal dari konsep diri mencakup perubahan identitas, perilaku, dan evaluasi diri, sementara dimensi eksternal melibatkan interaksi sosial dan dukungan lingkungan pada kegiatan cosplay memberikan ruang bagi remaja untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan identitas diri, serta memperkuat konsep diri mereka melalui interaksi internal dan eksternal</em></p>Rajive MaliqulhaqMuhammad Syifaul Muntafi
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-242025-11-2421174185Gambaran Resiliensi Akademik Pada Remaja Penyandang Difabel
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4195
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan resiliensi akademik pada remaja penyandang disabilitas dengan menekankan peran dukungan sosial dalam meningkatkan ketahanan akademik mereka. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua partisipan berusia 15 dan 16 tahun yang bersekolah di sekolah inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi tema-tema utama berdasarkan empat dimensi resiliensi akademik: kepercayaan diri, kontrol diri, ketenangan, dan ketekunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan mampu menerima kondisi fisiknya, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan strategi kontrol diri melalui regulasi emosi, dukungan sosial, dan aktivitas positif. Dukungan dari teman, keluarga, serta guru berperan signifikan dalam memperkuat ketenangan dan ketekunan partisipan dalam menghadapi tantangan akademik. Temuan ini menegaskan bahwa penerimaan diri, dukungan sosial, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan akademik menjadi faktor kunci dalam membangun resiliensi akademik remaja difabel, sekaligus menekankan pentingnya lingkungan pendidikan inklusif yang mendukung kesejahteraan dan keberhasilan akademik mereka.</p>Hidha RohmawatiSuryaniDedy Suprayogi
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-242025-11-2421186196Self Acceptance pada Wanita Involuntary Childless
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4199
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Self Acceptance pada wanita yang mengalami involuntary childless, serta dampaknya terhadap kesehatan mental mereka. Involuntary childless sering kali berpengaruh pada kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis wanita. Melalui wawancara mendalam dengan dua partisipan berusia 23 tahun, penelitian ini menemukan bahwa Self Acceptance sangat penting dalam mengelola stres dan tekanan sosial terkait infertilitas. Self Acceptance menciptakan resiliensi emosional, pemberdayaan diri, serta kemampuan untuk membangun hubungan positif dengan orang lain. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi berbagai kesulitan, wanita mampu menemukan kekuatan dan kebanggaan dalam diri mereka, berfokus pada pertumbuhan pribadi, serta mendukung satu sama lain dalam perjalanan hidup.</p>Dewi Aminatus SholikhaSiti Nur Asiyah
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-242025-11-2421197211Dinamika Regulasi Diri Pada Korban Pelecehan Seksual
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4200
<p><em>Pelecehan seksual merupakan fenomena yang berdampak serius terhadap kesehatan psikologis korban, termasuk kesulitan dalam meregulasi emosi, pikiran, dan perilaku. Regulasi diri yang terganggu dapat memperburuk kondisi psikologis korban, meningkatkan risiko trauma berkepanjangan, serta menghambat proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika regulasi diri pada korban pelecehan seksual, dengan menyoroti bagaimana korban mengenali emosi, menilai diri, serta merespons pengalaman traumatis yang dialami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi dan melibatkan tiga partisipan perempuan berusia 20–21 tahun yang pernah mengalami pelecehan seksual secara fisik pada masa remaja. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipatif, kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan makna pengalaman subjektif partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika regulasi diri korban berlangsung melalui tiga tema utama, yaitu mengenali emosi, penilaian diri, dan reaksi. Pada fase awal, korban menunjukkan emosi marah, bingung, atau tidak menyadari pelecehan yang dialami. Selanjutnya, muncul penilaian negatif terhadap diri berupa rasa malu, rendah diri, dan menyalahkan diri. Namun, korban juga mengembangkan strategi adaptif, seperti menghindari pelaku, berbagi cerita dengan teman, hingga mencapai penerimaan diri dengan dukungan sosial dan keluarga. Kesimpulannya, regulasi diri korban pelecehan seksual bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal serta dukungan eksternal. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan intervensi berbasis dukungan sosial dan komunitas dalam membantu korban membangun kembali kontrol diri dan kepercayaan diri setelah trauma.</em></p>Aida Rae SitaNova LusianaAbdul Haris Fitri Anto
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-282025-11-2821212224Dinamika Penerimaan Diri Caregiver dalam Merawat Anak Down Syndrome
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4196
<p><em>Tanggung jawab dan beban pengasuhan caregiver dapat berpotensi menimbulkan berbagai masalah emosional yang berdampak pada kesejahteraan psikologis. P</em><em>enelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika penerimaan diri caregiver dalam merawat anak dengan down syndrome. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan tiga partisipan yang merupakan ibu rumah tangga dengan anak down syndrome berusia 3 hingga 18 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik thematic analysis. Hasil penelitian </em><em>dirangkum dalam </em><em>empat tema utama</em><em> yaitu </em><em>perasaan caregiver, pengalaman pengasuhan, faktor penerimaan diri, </em><em>bentuk dan h</em><em>arapan caregiver. Semua partisipan telah mencapai fase penerimaan diri yang baik, meskipun awalnya mengalami </em><em>perasaan yang sama yaitu kaget dan merasakan down saat mengetahui diagnosis pertama kali.</em><em> Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri termasuk dukungan keluarga, religiusitas tinggi, dan lingkungan supportive. Bentuk penerimaan diri ditunjukkan melalui fokus pada pengasuhan, pelatihan kemandirian anak, dan sikap terbuka terhadap kondisi anak. Harapan caregiver adalah agar anak dapat hidup mandiri dan diterima di lingkungan sosial.</em></p>Sabrina Ilma RahmatulLufiana Harnany Utami
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-282025-11-2821225235Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Status Gizi Pada Remaja
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4202
<p><span style="font-weight: 400;">Indonesia saat ini menghadapi tantangan gizi terkait kebiasaan konsumsi makanan cepat saji yaitu masih tingginya prevalensi kekurangan gizi dan meningkatnya kasus gizi lebih.</span> <span style="font-weight: 400;">Salah satu yang menjadi faktor utama dalam memengaruhi status gizi tersebut adalah kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang sehat, termasuk meningkatnya konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji terhadap status gizi pada remaja di SMP GIKI 2 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain </span><em><span style="font-weight: 400;">cross-sectional. </span></em><span style="font-weight: 400;">Sampel penelitian ini berjumlah 104 responden yang terpilih menggunakan teknik </span><em><span style="font-weight: 400;">random sampling. </span></em><span style="font-weight: 400;">Data dikumpulkan melalui </span><em><span style="font-weight: 400;">Food Frequency Questionnaire</span></em><span style="font-weight: 400;"> (FFQ) untuk menilai frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan pengukuran antropometri digunakan untuk menentukan status gizi berdasarkan IMT. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi α=0,05. Di dapatkan hasil dari penelitian ini yang menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki kebiasaan yang jarang untuk mengonsumsi makanan cepat saji (53,8%) dan sebagian besar responden memiliki status gizi normal (50%). Hasil uji korelasi menunjukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,021 dengan signifikansi 0,834 (p>0,05) yang dimana tidak terdapat hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan konsumsi makanan cepat saji bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi status gizi remaja.</span></p>Nafiisa Febrina Putri SunardiEstri KusumawatiEko Teguh Pribadi
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-282025-11-2821236242Hubungan Emotional Eating, Tingkat Stres Akademik dengan Status Gizi pada Siswa/i SMP-IT Permata Surabaya
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4203
<p><em>Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan psikologis, perubahan fisik, serta sosial emosional yang kompleks, sehingga membuat remaja lebih rentan terhadap stres akademik dan perilaku makan yang kurang adaptif. Status gizi remaja dapat dipengaruhi oleh perilaku emotional eating, yaitu kecenderungan makan berlebihan sebagai reaksi terhadap perasaan negatif. </em><em>Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji hubungan antara variabel emotional eating dan tingkat stres akademik dengan status gizi pada siswa/i SMP-IT Permata Surabaya. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan September 2025. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa/i SMP-IT Permata Surabaya dan total subjek yang diteliti adalah 72 subjek yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara emotional eating dengan status gizi (p=0,000; r=0,416) serta antara tingkat stres akademik dengan status gizi (p=0,000; r=0,630). Sebagian besar siswa/i dengan emotional eating sedang memiliki status gizi normal (72,2%), sedangkan siswa/i dengan stres akademik berat cenderung mengalami gizi lebih (81,3%). Disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara emotional eating dan tingkat stres akademik dengan status gizi pada siswa/i SMP-IT Permata Surabaya. Peningkatan stres akademik dapat memicu perilaku makan emosional yang berdampak pada peningkatan status gizi.</em></p>Ismi MaulaniRomyun Alvy KhoiriyahIka Mustika
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-282025-11-2821243252Hubungan Fear Of Missing Out (FoMO) Terkait Tren Makanan Dengan Status Gizi Mahasiswa Gizi UIN Sunan Ampel
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4204
<p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Perkembangan teknologi digital dan penggunaan media sosial yang intens di kalangan siswa telah mempengaruhi perilaku konsumsi makanan. Fear of Missing Out (FoMO) muncul sebagai bentuk kecemaan ketika seseorang merasa tertinggal dari tren sosial, termasuk tren makanan yang populer di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku FoMO terkait tren makanan dengan status gizi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan teknik purposive random sampling terhadap 36 mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya. Data FoMO diperoleh melaui kuesioner dengan skala likert yang telah diuji validitas dan reabilitasnya (α = 0,882), sedangkan status gizi diukur menggunakan IIndeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's rho dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku FoMO terkait tren makanan dengan status gizi siswa (r = 0,571; p = 0,000). Semakin tinggi tingkat FoMO, semakin besar kemungkinan perubahan status gizi menjadi tidak seimbang, baik gizi lebih maupun kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku FoMO memiliki pengaruh yang signifikan terhadap status gizi pelajar, sehingga pendekatan edukasi gizi di era digital perlu mempertimbangkan faktor psikososial dan perilaku digital yang mempengaruhi pola konsumsi makanan.</span></span></em></p>Najha Ayis ZahirahEstri KusumawatiEko Teguh Pribadi
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-282025-11-2821253261Gambaran Spiritual well being pada Anak Broken Home dengan Riwayat Penyakit Tuberkulosis (TBC)
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4208
<p>Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit kronis menular yang berdampak signifikan pada kondisi fisik dan psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan spiritual well-being (spiritual well-being) pada individu anak broken home dengan riwayat penyakit TBC. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologis. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak dua orang yang diwawancarai secara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritual well-being partisipan tercermin dalam empat dimensi, yaitu personal (rasa syukur, semangat, optimisme), komunal (dukungan keluarga, teman, dan lingkungan sosial), lingkungan (keterhubungan dengan alam dan perilaku hidup sehat), serta transendental (keyakinan, doa, dan praktik religius). Keempat dimensi tersebut berperan saling melengkapi dalam memperkuat resiliensi, menjaga kesehatan mental, serta meningkatkan kualitas hidup. Dengan demikian, spiritual well-being dapat dipahami sebagai faktor protektif yang membantu anak broken home dengan riwayat TBC menghadapi tantangan kehidupannya secara lebih adaptif.</p>Kunthiayu Puji PangestuMoh Sholeh
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-11-282025-11-2821262272Dinamika Self-Compassion pada Remaja Pelaku Self-Harm
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4198
<p><em>Self-harm merupakan perilaku maladaptif yang banyak terjadi pada remaja dan berdampak serius terhadap kesehatan mental. Self-compassion sebagai pendekatan berbasis penerimaan diri dianggap mampu membantu individu mengelola tekanan emosional secara lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan menggali dinamika self-compassion pada dua remaja pelaku self-harm melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus kolektif. Partisipan berjumlah dua orang remaja berusia 18–20 tahun yang dipilih secara purposive, dan data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Analisis tematik menunjukkan bahwa kedua partisipan masih mengalami hambatan dalam dimensi self-kindness, terutama terkait kritik diri dan rasa bersalah; dimensi common humanity berkembang ketika partisipan berbagi pengalaman dengan teman sebaya yang memiliki pengalaman serupa; dan dimensi mindfulness muncul melalui usaha mengenali emosi sulit serta mengalihkan stres melalui aktivitas positif seperti olahraga, journaling, dan ibadah. Secara keseluruhan, self-compassion membantu kedua partisipan mengurangi tekanan emosional, meskipun penerapannya belum konsisten dan masih membutuhkan dukungan sosial serta latihan berkelanjutan.</em></p>Alana AzizahJainudin
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-012025-12-0121273281Forgiveness Dewasa Awal yang Kehilangan Kasih Sayang Orang Tua Pasca Perceraian
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4212
<p><em>Perceraian orang tua memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan psikologis anak, termasuk dalam membentuk proses forgiveness (pemaafan). Anak-anak sering kali menghadapi konflik internal antara kebutuhan untuk melindungi diri dan dorongan untuk memahami keputusan orang tua mereka. Selain itu, pengalaman traumatis dan perbandingan sosial dengan teman sebaya dapat memperkuat emosi negatif, seperti rasa marah dan insecure, yang memengaruhi proses pemaafan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami forgiveness pada dewasa awal yang kehilangan kasih sayang orang tua pasca perceraian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi pada tiga partisipan berusia dewasa awal. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pola pada tiga dimensi forgiveness yaitu avoidance motivation, revenge motivation, dan benevolence motivation. Partisipan menunjukkan respons yang beragam, mulai dari menghindari interaksi untuk melindungi diri, menghadapi emosi negatif seperti kemarahan dan rasa insecure, hingga mencoba memahami keputusan orang tua dengan tingkat empati yang bervariasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa proses forgiveness bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, konteks relasi, serta kebutuhan emosional masing-masing individu.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Kata Kunci:</em></strong> <em>Perceraian orang tua; Forgiveness; Dewasa awal</em></p>Karina Putri RachmawatiNailatin Fauziyah
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-012025-12-0121282291Gambaran Fanatisme pada Penggemar K-POP
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4214
<p>Fanatisme adalah sebuah keyakinan yang mendorong seseorang untuk bertindak secara irasional demi mempertahankan keyakinannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fanatisme pada penggemar K-Pop. Subjek penelitiaan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, berjumlah tiga partisipan dengan kriteria remaja akhir penggemar K-Pop, tergabung dalam suatu komunitas penggemar, serta telah memiliki pengalaman menonton konser dan melakukan pembelian merchandise. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan dokumentasi, dengan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan ketiga subjek memiliki tingkat fanatisme sedang, yang nampak memenuhi keempat aspeknya yaitu besarnya minat dan kecintaan terhadap objek, sikap pribadi maupun kelompok terhadap objek, lamanya individu menaruh perhatian pada objek, dan motivasi (dukungan) dari keluarga. Ketiga subjek menunjukkan variasi perilaku Fanatisme dalam masing-masing aspeknya. Temuan ini memiliki pengaruh penting dalam pendidikan karakter dan pembentukan mental remaja, untuk berperilaku rasional dalam menyalurkan hobi, sehingga dapat mencegah perilaku tidak rasional yang disebabkan oleh fanatisme</p>Kania Sheila NarezwariSiti Khorriyatul KhotimahLufiana Harnany Utami
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-012025-12-0121292302Studi Kasus Penerimaan Diri pada Survivor Kamker di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4226
<p><em>Penerimaan diri memainkan peran penting dalam membantu pasien kanker menghadapi tantangan yang mereka hadapi, baik secara fisik maupun emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses penerimaan diri terjadi pada pasien kanker dengan pendekatan fenomenologi. Dengan mewawancarai salah satu pasien yang menghadapi jenis kanker limfoma, penelitian ini menemukan bahwa dukungan sosial dari keluarga dan komunitas, usia, pengelolaan emosi, serta pengalaman religius sangat memengaruhi perjalanan mereka menuju penerimaan diri. Pasien yang mampu menerima kondisinya menunjukkan semangat hidup yang lebih baik, mampu beradaptasi dengan perubahan fisik, dan menjalani hidup dengan lebih positif. Dukungan dari orang terdekat terbukti menjadi sumber kekuatan utama dalam menjaga kesehatan mental mereka. Temuan ini memberikan panduan berharga untuk merancang pendekatan yang lebih manusiawi dan efektif dalam mendukung pasien kanker agar bisa menjalani hidup dengan lebih bermakna.</em></p>Rahmatina Syifaul FauziahSiti Khorriyatul Khotimah
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-012025-12-0121303316Daya Terima Rempeyek Genjer (limnocharis flava) sebagai Inovasi Pangan Lokal Bernutrisi pada Masyarakat Sukodono, Bondowoso
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4228
<p><em>Genjer (Limnocharis flava) merupakan tanaman air yang melimpah di pedesaan, namun pemanfaatannya sebagai pangan masih terbatas. Padahal, genjer memiliki kandungan protein, vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Inovasi pengolahan genjer dalam bentuk rempeyek diharapkan dapat meningkatkan daya terima masyarakat sekaligus mendukung diversifikasi pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai daya terima rempeyek genjer pada masyarakat Sukodono, Bondowoso. Penelitian menggunakan desain eksperimen semu dengan pendekatan uji organoleptik. Subjek penelitian adalah 26 orang masyarakat Sukodono, Bondowoso, yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria tidak memiliki alergi makanan, dan bersedia menjadi panelis. Penelitian ini menunjukkan bahwa rempeyek dengan penambahan genjer (Limnocharis flava) dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Sukodono, Bondowoso. Hasil penelitian uji organoleptik menunjukkan bahwa sampel Rempeyek Genjer memperoleh tingkat kesukaan cukup tinggi pada seluruh parameter. Pada parameter penampilan, sebanyak 9 orang menyatakan suka, sangat suka 12 orang, dan 5 orang menyatakan sangat tidak suka. Pada parameter warna, sebanyak 26 responden menyatakan suka 9 orang, sangat suka 14 orang, dan 3 orang menyatakan sangat tidak suka. Pada parameter aroma, sebanyak 26 responden menyatakan suka 10 orang, sangat suka 10 orang, dan 6 orang menyatakan sangat tidak suka. Pada parameter rasa, sebanyak 26 responden menyatakan suka 9 orang, sangat suka 11 orang, dan 6 orang menyatakan sangat tidak suka. Pada parameter tekstur, sebanyak 26 responden menyatakan suka 11 orang, sangat suka 10 orang, dan 5 orang menyatakan sangat tidak suka. Penelitian ini menunjukkan bahwa rempeyek dengan penambahan genjer (Limnocharis flava) dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Sukodono, Bondowoso</em></p>Dziyaau Qoulin NuzilEsti Novi AndyariniSarita Oktorina
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-012025-12-0121317325Gambaran Persepsi Norma/Perceived Norm pada Pecandu Alkohol di Kalangan Mahasiswa di Universitas Islam
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4235
<p>Penelitian ini mengeksplorasi persepsi norma pada mahasiswa pecandu alkohol di perguruan tinggi Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini melibatkan tiga subjek mahasiswa yang memenuhi kriteria pecandu alkohol. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam untuk memahami pengalaman, alasan konsumsi, respon lingkungan, dan dampak perilaku terhadap kehidupan subjek. Hasil penelitian mengungkap bahwa konsumsi alkohol sering dimulai sejak usia muda dengan alasan rasa ingin tahu, tekanan sosial, atau sebagai pelarian dari masalah pribadi. Respon lingkungan beragam, dengan keluarga umumnya bersikap negatif, sedangkan teman sebaya cenderung permisif. Konsumsi alkohol berdampak pada penurunan performa akademik dan kesehatan, termasuk gangguan lambung seperti GERD. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan lingkungan pendidikan dan dukungan keluarga dalam mencegah perilaku serupa. Penelitian ini juga menggarisbawahi perlunya pendekatan holistik untuk menangani kecanduan alkohol di kalangan mahasiswa dengan mempertimbangkan aspek religiusitas dan norma sosial.</p>Moch Rifqi Putra ZulfianMuhammad Syifaul Muntafi
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-022025-12-0221326339Azra Gambaran Asupan Makronutrien pada Balita dengan Kondisi Bawah Garis Merah
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4246
<p><em>Makronutrien yang terdiri dari energi, protein, karbohidrat, dan lemak merupakan zat gizi utama yang sangat dibutuhkan balita untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. kekurangan asupan makronutrien dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, rendahnya daya tahan tubuh, hingga meningkatkan risiko gizi kurang. Balita dengan status Bawah Garis Merah (BGM) pada Kartu Menuju Sehat (KMS) merupakan kelompok yang berisiko tinggi mengalami defisit gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan makronutrien pada balita dengan kondisi BGM . penelitian menggunakan desain observasional kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dilaksanakan selama satu bulan di Puskesmas Wiyung. Subjek penelitian adalah balita usia 12-59 bulan dengan status BGM yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan metode food recall 3x24 jam. Asupan energi, protein, karbohidrat, dan lemak dihitung menggunakan daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) dan dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia balita adalah 29,6 bulan (±8,8), dengan berat badan 9,3 kg (±1,3) dan tinggi badan 81,8 cm (±7,2). Nilai Z-score TB/U -1,4 (±1,09) dan BB/U -1,6 (±1,2) mengindikasi status gizi kurang. Rata-rata asupan energi balita adalah 672,2 Kkal (±218,4), protein 22,3 g (±7,6), karbohidrat 96,2 g (31,4), dan lemak 21,6 g (±9,4). Seluruh balita 100% mengalami defisit energi, karbohidrat, dan lemak, sedangkan asupan protein bervariasi dengan 50% dalam kategori cukup dan 50% dalam kategori kurang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa balita dengan kondisi BGM mengalami deficit energi, karbohidrat, dan lemak yang signifikan, sementara protein relative bervariasi. Defisit energi dan lemak menjadi masalah utama yang berkontribusi terhadap rendahnya status gizi balita BGM, sehingga diperlukan intervensi gizi melalui edukasi, pemanfaatan pangan lokal padat energi, dan optimalisasi program makanan tambahan untuk mencegah perburukan status gizi. </em></p>Azra PutrianaRia Qadariah AriefNova Lusiana
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-022025-12-0221340349Brain Gym Pengaruh Brain Gym Terhadap Konsentrasi Belajar Siswi SMP
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4247
<p style="font-weight: 400;"><em>Konsentrasi belajar merupakan faktor utama dalam mencapai efektivitas pembelajaran, yang berpengaruh langsung terhadap hasil akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh intervensi Brain Gym terhadap konsentrasi belajar siswi SMP. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain within-subject, melibatkan 55 siswa berusia 12-15 tahun yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Pengukuran konsentrasi dilakukan menggunakan Grid Concentration Test sebelum dan sesudah intervensi Brain Gym, yang dilaksanakan 2-3 kali seminggu selama 30-60 menit per sesi. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat konsentrasi belajar siswa setelah penerapan Brain Gym. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa Brain Gym dapat menjadi metode efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar, tidak hanya melalui peningkatan fungsi kognitif tetapi juga melalui efek relaksasi pada tubuh. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran untuk mendukung hasil belajar yang lebih optimal dalam sistem pendidikan modern.</em></p> <p style="font-weight: 400;"><em> </em></p> <p style="font-weight: 400;"><em>Kata Kunci<strong>: </strong>Brain Gym, Konsentrasi Belajar, Siswi SMP</em></p>Nurul QomariyahDwi Rukma SantiMalikah
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-022025-12-0221350357Citra Diri Gambaran Citra Diri Perempuan Perokok
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4249
<p><em>Tingginya angka perempuan perokok menjadi perhatian dalam konteks Kesehatan. Terutama perilaku tersebut sering kali dipengaruhi oleh faktor soisal, budaya, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perempuan perokok membentuk citra diri mereka dalam masyarakat yang memiliki norma budaya yang cenderung tidak mendukung perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi terhadap 3 wanita perokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitra diri perempuan perokok dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap kebebasan, tekanan social, serta upaya menegosiasi norma gender yang berlaku. Sebagian besar informan memandang merokok sebagai ekspresi independensi, meskipun menghadapi stigma social. Penelitian ini menekankan pentingnya memahami perilaku merokok pada perempuan sebagai fenomena social yang berakar pada interaksi antara norma budaya, kondisi ekonomi, dan pencarian identitas diri.</em></p> <p><em> </em></p> <p><em>Kata Kunci<strong>: </strong></em><strong><em> </em></strong><em>Wanita Perokok; Citra Diri ; Rokok</em></p>Riza Setia PurnamasariDwi Rukma SantiMalikah
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-022025-12-0221358372Mekanisme Coping Gambaran Mekanisme Coping pada Remaja Perempuan Pasca Kematian Ayahnya
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4248
<p><em>Kehilangan orang tua, khususnya ayah, merupakan pengalaman yang mendalam dan berdampak signifikan pada remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali mekanisme coping yang diterapkan oleh remaja perempuan pasca kematian ayah mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi hermeneutik dengan melibatkan tiga partisipan berusia 20-21 tahun yang telah kehilangan ayah dalam rentang waktu 3 hingga 4 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait pengalaman coping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan menggunakan berbagai mekanisme coping seperti pemecahan masalah terencana, konfrontatif, mencari dukungan sosial (problem focused coping) dan (emotion focused coping) memberi penilaian positif, penekanan pada tanggung jawab, pengendalian diri, menjaga jarak, dan menghindarkan diri. Temuan ini menegaskan bahwa mekanisme coping yang efektif berperan penting dalam membantu remaja perempuan mengelola stres emosional dan menemukan keseimbangan psikologis setelah kehilangan.</em></p> <p> </p> <p>Kata Kunci:<em> Mekanisme coping; Kehillangan ayah; Remaja Perempuan</em></p>Aureltha RevalyraNailatin Fauziyah
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-022025-12-0221373385Gambaran Regulasi Emosi Pada Family Caregiver Pasien Stroke
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4251
<p><em>Stroke merupakan penyakit yang dapat menyebabkan gangguan fisik dan psikologis jangka panjang, sehingga pasien membutuhkan pendampingan intensif dari keluarga sebagai caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran regulasi emosi pada family caregiver pasien stroke. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan tiga partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria: berusia di atas 18 tahun, telah merawat pasien stroke minimal enam bulan, dan bersedia berpartisipasi secara sukarela. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi pada caregiver terdiri dari tiga aspek utama, yaitu memonitor, mengevaluasi, dan memodifikasi emosi. Caregiver menyadari munculnya emosi negatif seperti sedih dan bingung, kemudian mengevaluasi situasi melalui penerimaan dan makna positif, serta memodifikasi emosi dengan strategi spiritual, sosial, dan perilaku. Proses ini menunjukkan bahwa regulasi emosi tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pertahanan terhadap stres, tetapi juga menjadi sarana pembentukan ketahanan psikologis dan pertumbuhan pribadi bagi caregiver.</em></p>Mohammad Syafirul A'lamLucky Abrori
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-022025-12-0221386392Anxiety in Disabled Badminton Athletes in Facing Mental Challenges in Competition
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4254
<p><em>Tujuan kajian ini adalah mengidentifikasi dan memahami pengalaman kecemasan pada atlet bulutangkis disabilitas ketika menghadapi tantangan mental selama kompetisi. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap tujuh atlet yang berkompetisi di tingkat nasional dan internasional. Wawancara semi-terstruktur digunakan untuk menggali respons emosional, gejala fisik, tekanan eksternal, serta strategi koping yang diterapkan. Hasil menunjukkan dua bentuk kecemasan utama, yaitu kecemasan situasional (state anxiety) yang muncul sebelum atau selama pertandingan dan ditandai oleh ketegangan, kekhawatiran, serta gejala fisik seperti peningkatan detak jantung dan keringat berlebih; serta kecemasan personal (trait anxiety) yang mencerminkan kecenderungan individu untuk merasa cemas secara konsisten karena faktor pribadi maupun situasional. Meskipun menghadapi tekanan tersebut, para atlet mengimplementasikan strategi koping adaptif seperti teknik relaksasi, fokus pada performa, dan peningkatan kepercayaan diri. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan psikologis terstruktur bagi atlet disabilitas guna membantu regulasi emosi, pengelolaan kecemasan, serta optimalisasi performa dalam konteks olahraga kompetitif.</em></p>Muhammad Afif YassinRizma Fithri
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-022025-12-0221393399Diversifikasi Produk Olahan Sayuran : Kroket Bayam Sebagai Inovasi Kuliner Sehat
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4265
<p><em>Konsumsi sayuran masyarakat Indonesia masih rendah dan belum memenuhi rekomendasi gizi seimbang. Salah satu strategi untuk meningkatkan konsumsi sayuran adalah melalui diversifikasi produk pangan yang inovatif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kroket bayam sebagai inovasi kuliner sehat, menganalisis kandungan gizinya, serta menilai tingkat penerimaan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen formulasi pangan dengan penambahan bayam segar sebanyak 30% dari total adonan kentang. Analisis kandungan gizi dilakukan secara estimatif menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI), sedangkan uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis tidak terlatih menggunakan skala hedonik 1–5 untuk aspek warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu buah kroket bayam (±35 g) mengandung energi 82 kkal, protein 6,1 g, lemak 8,3 g, karbohidrat 4,7 g, serta tambahan serat dan vitamin A dari bayam. Penilaian organoleptik menunjukkan tingkat penerimaan yang baik, dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,1 (suka). Temuan ini mengindikasikan bahwa penambahan bayam dapat meningkatkan nilai gizi tanpa menurunkan cita rasa dan penerimaan konsumen. Dengan demikian, kroket bayam berpotensi menjadi alternatif inovasi kuliner sehat yang mendukung diversifikasi pangan berbasis sayuran dan peningkatan konsumsi sayur di masyarakat.</em></p> <p><em> </em></p> <p>Kata Kunci : diversifikasi pangan; kroket bayam; pangan sehat.</p>Zahra Syadza NabilahSarita OktorinaEsti Novi Andyarini
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-032025-12-0321400407Hubungan Kondisi Ekonomi, Status Pekerjaan, dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Status Gizi Kurang pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sidosermo Surabaya
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4266
<p><em>Permasalahan gizi pada balita masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian serius di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi ekonomi, status pekerjaan, dan pola asuh orang tua dengan status gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sidosermo Surabaya. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan metode cross sectional, dilaksanakan pada bulan April–Mei 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 30 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, observasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan status gizi balita (r = 0,391; p = 0,033). Namun, kondisi ekonomi (r = 0,226; p = 0,299) dan status pekerjaan (r = -0,006; p = 0,973) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap status gizi balita. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pola asuh berperan penting dalam menentukan status gizi anak, sedangkan kondisi ekonomi dan status pekerjaan tidak secara langsung mempengaruhi status gizi balita</em></p> <p> </p> <p>Kata Kunci: kondisi ekonomi; status pekerjaan; pola asuh; status gizi; balita</p>Amalia Firda SalsabilaSarita OktorinaEsti Novi Andyarini
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-032025-12-0321408415Efektivitas Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Siswa Kelas XII
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/4269
<p><em>Siswa kelas XII menghadapi tingkat kecemasan yang tinggi akibat tekanan akademik dan ketidakpastian masa depan, terutama menjelang ujian akhir.<strong> </strong></em><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dalam mengurangi kecemasan siswa kelas XII di MAN 1 Surabaya. Dengan menggunakan desain penelitian One Group Pretest-Posttest, sampel yang terdiri dari 63 siswa diambil melalui purposive sampling. Alat ukur kecemasan yang digunakan adalah Zung Self Anxiety Rating Scale. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor kecemasan dari rata-rata pretest 44.3 menjadi posttest 30.5, dengan nilai p = 0,001 yang menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi SEFT efektif dalam mengurangi kecemasan siswa. Penelitian ini merekomendasikan integrasi terapi SEFT dalam program kesehatan mental di sekolah dan memberikan pelatihan bagi guru serta konselor.</em></p>Aisyah Pustika PurnairawanNova LusianaAbdul Haris Fitri Anto
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-032025-12-0321416423Status Gizi Balita dan Kebiasaan Merokok Keluarga dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Kota Surabaya
https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/PINUSS/article/view/3137
<p><em>Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang terjadi pada anak. Pneumonia disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor tersebut antara lain adalah status gizi anak dan kebiasaan merokok keluarga terdekat. Status gizi anak berkaitan dengan sistem imunitas anak dalam mencegah terjadinya infeksi. Peningkatan jumlah perokok aktif di Indonesia mengakibatkan risiko terpapar asap semakin tinggi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana hubungan status gizi balita dan kebiasaan merokok keluarga dengan terjadinya pneumonia pada balita. Metode penelitian : kuantitatif dengan pendekatan case control retrospektif. Variabel independent dalam penelitian adalah status gizi balita dan kebiasaan merokok orang tua. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah pneumonia pada anak berdasarkan diagnosa dari Puskesmas. Pengumpulan data menggunakan kusioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan p value 0,05 CI 95%. Hasil penelitian didapatkan untuk variable status gizi balita dengan pneumonia nilai p value 0, 533 > 0,05 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi balita dengan kejadian pneumonia. Variabel kebiasaan merokok dengan pneumonia nilai p value 0,041 < 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dengan pneumonia pada balita. Kesimpulan : terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok keluarga dengan terjadinya pneumonia pada balita.</em></p>Ika Mustika
Copyright (c) 2025 Proceedings of PsychoNutrition Student Summit
2025-12-032025-12-0321424433