MUSLIM TANPA MAJELIS: PERUBAHAN SOSIO-RELIGIOUS IJAZAH AMALAN DZIKIR

Main Article Content

Juma'

Abstract

Penelitian ini membahas perubahan masyarakat kontemporer dalam menerima ijazah amalan dzikir online. Dengan penelusuran sumber di sosial media X, Instagram dan Youtube, penelitian ini mengungkapkan pesatnya dunia digital dapat mempengaruhi pengalaman spiritual masyarakat dan perubahan relasi sosial-spiritual guru dan murid dalam memperoleh ijazah dzikir dan mengamalkan amalan dzikir. Ijazah amalan dzikir online menjadi dimensi baru di tengah pesatnya gemerlap dunia digital. Masyarakat dengan mudah memperoleh, mengamalkan dan mempraktikkan amalan dzikir secara cepat tanpa batas ruang dan waktu, bakan tanpa keterhubungan langsung dengan guru spiritual (kiai, ustadz). Teori dobble movement-nya Fazlur Rahman diadaptasi untuk melihat kontestasi masyarakat digital (komunitas virtual) dan masyarakat tradisional dalam memperoleh ijazah dan mempraktikkan amalan dzikir. Dalam komunitas virtual masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan dan mengamalkan ijazah amalan dzikir online tanpa perlu memperhatikan sanad ijazah amalan, sementara masyarakat tradisonal memiliki parameter yang kuat tentang sanad ijazah amalan dzikir. Perbedaan ruang dan cara pandang membuat kultur masyarakat berbeda pula; masyarakat virtual dapat memperoleh dan mengamalkan amalan dzikir dari mana saja, sementara masyarakat tradisional memandang pentingnya “nyantri” atau sowan ke kiai untuk mendapatkan ijazah amalan dzikir. Penelitian ini keluar dari perdebatan tentang keabsahan atau legalitas dari ijazah amalan dzikir, guna memberikan ruang  diskusi lebih luas bagi perubahan sosial masyarakat di tengah himpitan dunia digital.

Article Details

How to Cite
Juma’. (1). MUSLIM TANPA MAJELIS: PERUBAHAN SOSIO-RELIGIOUS IJAZAH AMALAN DZIKIR. Proceedings of International Conference on Islamic Civilization and Humanities, 2, 116-134. Retrieved from https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/iconfahum/article/view/1883
Section
Articles