Lasem as a Miniature of Multicultural Indonesia: A Study of the Acculturation of Javanese, Chinese, and Islamic Cultures from a Multiculturalism Perspective
Abstract
Artikel ini berfokus pada pembahasan mengenai dinamika akulturasi budaya di Lasem sebagai hasil interaksi antara masyarakat Jawa, Tionghoa, dan komunitas pesantren dalam konteks historis dan geografis. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji proses terbentuknya akulturasi serta faktor-faktor yang memengaruhinya, meliputi kondisi geografis, sejarah migrasi, interaksi sosial, dan jaringan keagamaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, observasi lapangan, dan dokumentasi visual. Data dianalisis melalui teknik deskriptif dan triangulasi untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis Lasem sebagai kota pesisir, integrasi ruang permukiman, perkawinan silang, serta memori kolektif sejarah berperan penting dalam mendorong terjadinya akulturasi budaya. Akulturasi tersebut tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, seperti bahasa, arsitektur, batik, dan tradisi sosial yang berkembang secara harmonis. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa Lasem menjadi contoh penting bagaimana multikulturalisme dapat tumbuh melalui integrasi geografis, historis, dan sosial, sekaligus memperlihatkan kontribusinya terhadap identitas kebudayaan Indonesia yang beragam namun harmonis.