Jihad Literasi dan Transformasi Identitas Perempuan Muslim: Analisis Peran Majalah Suara Aisyiyah (1926-1942) dan Relevansinya di Era Kontemporer
Abstract
Penelitian menganalisis peran Majalah Suara Aisyiyah sebagai instrumen pemberdayaan perempuan di Hindia Belanda periode 1926-1942 serta merefleksikan relevansi nilai-nilainya terhadap tantangan sosial di era kontemporer. Fokus utama penelitian ini adalah menelaah produksi wacana “Islam Berkemajuan” dalam media tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap narasi patriarki kolonial. Melalui analisis wacana historis, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Majalah Suara Aisyiyah sebagai media konstruksi wacana pemberdayaan perempuan Muslim di Hindia Belanda periode 1926-1942 serta menjelaskan relevansi nilai-nilai literasi dan kepemimpinan perempuan bagi masyarakat kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui studi dokumen arsip, dan analisis literatur sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suara Aisyiyah menjalankan “jihad literasi” melalui rubrikasi kritis yang mampu mendorong perubahan posisi perempuan dari sebagai konco wingking menjadi aktor sosial yang mempunyai kesadaran terhadap hak pendidikan, keagamaan, dan politik. Selain itu, majalah ini berfungsi sebagai media pembentukan identitas perempuan Muslim modern yang aktif dalam ruang publik tanpa menyingkirkan ajaran-ajaran Islam. Adanya relevansi historis dari gerakan literasi ini memberikan kontribusi dalam menjawab kebutuhan literasi kritis, penguatan kepemimpinan perempuan, dan pengembangan kesadaran sosial di era kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa warisan intelektual Suara Aisyiyah tetap aktual sebagai inspirasi pemberdayaan perempuan berbasis nilai Islam berkemajuan.
Kata Kunci : Suara Aisyiyah, Pemberdayaan Perempuan, Islam Berkemajuan, Jihad Literasi, Perempuan