Pengaruh Filsafat Postmodern Terhadap Pendidikan Bahasa

  • Dewi Nur Masitho UIN Sunan Ampel Surabaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh filsafat postmodern terhadap pendidikan bahasa, dengan fokus pada prinsip-prinsip postmodernisme dalam pendidikan, dekonstruksi bahasa, dan relativisme dalam pengajaran bahasa. Metode penelitian yang digunakan adalah library research atau kajian pustaka, dengan melakukan telaah kritis terhadap literatur-literatur yang relevan. Postmodernisme, yang menolak klaim kebenaran absolut dan menekankan pluralitas perspektif, membawa implikasi signifikan terhadap konsep dan praktik pendidikan bahasa. Prinsip-prinsip postmodern dalam pendidikan, seperti dekosntruksi bahasa, relativtas bahasa dan pluralitas bahasa menantang paradigma pendidikan tradisional yang lebih linear dan normatif. Dalam konteks pendidikan bahasa, dekonstruksi yang diperkenalkan oleh Jacques Derrida mempengaruhi cara kita memandang makna dan struktur bahasa. Bahasa tidak lagi dipandang sebagai sistem yang stabil dan koheren, melainkan sebagai entitas yang terbuka terhadap interpretasi dan makna ganda. Hal ini memberikan kebebasan dalam memahami teks, sehingga proses pembelajaran bahasa menjadi lebih dinamis dan interaktif. Implikasi Postmodernisme tidak ada metode pengajaran bahasa yang dianggap universal, melainkan harus mempertimbangkan konteks budaya, sosial dan individual peserta didik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa filsafat postmodern menawarkan perspektif baru dalam pendidikan bahasa, yang lebih inklusif, fleksibel, dan adaptif  terhadap perubahan zaman. Namun, penerapan prinsip-prinsip ini juga menuntut kesiapan pendidik dan lembaga pendidikan untuk menerima keberagaman dan kompleksitas dalam proses pembelajaran bahasa.

Published
2024-10-25
Section
Articles