Fabel Al-Hāris As-Saghīr: Cerita Anti-Bullying pada Aplikasi Qisas Bidūn Nit
Abstract
Artikel ini membahas fabel Al-Hāris As-Saghīr sebagai media digital edukasi terkait isu bullying pada aplikasi Qisas Bidūn Nit dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fabel Al-Hāris As-Saghīr digunakan sebagai media cerita dalam menyampaikan pesan tentang bullying. Dengan menggunakan metode kualitatif, analisis dilakukan terhadap teks fabel dengan konteks sosial yang relevan. Pendekatan sosiologi sastra membantu dalam memahami interaksi antara teks fabel dan dinamika sosial yang berkaitan dengan isu bullying. Penelitian ini menggunakan teori identifikasi perilaku bullying yang diuraikan oleh Dan Olweus dalam buku Bullying at School: What We Know and What We Can Do. Teori ini menenkankan bahwa bullying ditandai oleh intimidasi dan penghinaan, agresi yang berulang, ketidaksamaan kekuasaan antara pelaku dan korban, dan dilakukan dengan sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam fabel Al-Hāris As-Saghīr terdapat ciri-ciri perilaku bullying sebagaimana yang diuraikan oleh Dan Olweus. Meskipun konsep bullying tidak dijelaskan secara eksplisit dalam cerita, namun perilaku salah satu tokoh mencerminkan tindakan bullying. Dengan demikian, fabel Al-Hāris As-Saghīr ini mengandung makna yang dalam mengenai dampak negatif dari perilaku bullying dalam konteks sosial.
