Kajian Struktural Sastra Bandingan: Kisah Kancil dan Buaya dengan Di'bu Yusuf
Abstract
Penelitian ini memaparkan analisis serta perbandigan antara dua narasi sastra, yaitu cerita fabel "Kancil dan Buaya" dari indonesia dan kisah "Di'bu Yusuf" yang terdapat dalam Al-Qur'an, menggunakan pendekatan sastra bandingan. Kedua cerita ini dipilih karena keduanya memiliki tema sentral mengenai kecerdikan dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan serta ketidakadilan, meskipun berlatar belakang budaya dan religius yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis teks, di mana kedua teks dibandingkan dari segi tema, karakterisasi, dan nilai moral yang terkandung di dalamnya. Analisis ini dilakukan melalui pengumpulan data sekunder dari sumber-sumber literatur terkait, kemudian dilakukan interpretasi kritis terhadap unsur-unsur naratif yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan konteks budaya dan latar belakang religius, kedua cerita ini memiliki kesamaan dalam menekankan pentingnya kecerdikan dan kebijaksanaan dalam menghadapi situasi yang penuh risiko. Pada cerita "Kancil dan Buaya," kecerdikan Kancil berhasil menyelamatkannya dari ancaman buaya, sedangkan dalam kisah "Di'bu Yusuf" kecerdikan Nabi Yusuf menjadi kunci keselamatannya dari konspirasi saudara-saudaranya. Selain itu, penelitian ini diharap dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih mendalam mengenai cara-cara di mana nilai-nilai moral disampaikan melalui narasi-narasi tradisional dan religius di berbagai budaya. Harapan dari penelitian ini adalah untuk memperkaya kajian sastra bandingan, terutama dalam memahami peran narasi dalam pembentukan nilai-nilai moralitas budaya.
Kata Kunci: Sastra bandingan, Kancil dan Buaya, Nabi Yusuf, kecerdikan, nilai moral
