Perbedaan dan Persamaan Ibtida’ dalam Kaidah Nahwu antara Ulama’ Bashrah dan Akhfash di dalam Kitab Alfiyah Ibnu Aqil
Abstract
Penelitian ini mengkaji perbedaan konsep ibtida’ dalam kaidah nahwu antara ulama’ Bashrah dan Akhfash yang dijelaskan dalam Kitab Alfiyah Ibnu Aqil. Ibtida’ sebagai salah satu kaidah penting dalam nahwu digunakan untuk memahami posisi dan fungsi kata dalam suatu kalimat. Ulama Bashrah dikenal dengan pendekatan yang ketat dan sistematis dalam menerapkan kaidah ibtida', sementara Akhfash yang berasal dari Kufah sering kali menawarkan pandangan yang lebih fleksibel dan terbuka terhadap variasi penggunaan bahasa. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks dengan fokus pada penjelasan-penjelasan yang terdapat di dalam Kitab Alfiyah Ibnu Aqil, yang merangkum pandangan kedua ulama’ tersebut. Hasil dari penelitian ini, perbedaan ulama’ Bashrah mewajibkan Ibtida’ ketika ada imbuhan di awal yaitu istifham (pertanyaan) dan nafi (negasi), Sedangkan Ulama’ Akhfash membolehkan Ibtida’ tanpa perlu adanya istifham dan nafi.Sedangkan persamaan diantara keduanya sama-sama setuju bahwa Isim harus berada diawal kalimat.
