Pemaknaan Puisi Mahmud Darwish yang Berjudul “al-Mustahilu” dalam Perspektif Pemaknaan Heoristik dan Hermionetik (Semiotika Rifaterre)
Abstract
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan puisi “Al-Mustahilu” karya Mahmud Darwish melalui perspektif pemaknaan heuristik dan hermeneutik dengan pendekatan semiotika Riffaterre. Puisi ini menggambarkan pengalaman seseorang dalam berkorban untuk cintanya, yang meliputi tema identitas, harapan, dan pengorbanan serta kesetiaan. Metode heuristik digunakan untuk menggali pemahaman awal pembaca, sedangkan pendekatan hermeneutik menekankan pentingnya konteks sejarah dan budaya dalam interpretasi teks. Dengan menerapkan teori semiotika Riffaterre, penelitian ini mengeksplorasi ambiguitas dan lapisan-lapisan makna yang terdapat dalam puisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa “Al-Mustahilu” bukan hanya sekadar ungkapan emosi, tetapi juga menjadi cermin kompleksitas perjuangan cinta dan eksistensi. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai cara pembaca dapat terlibat secara mendalam dengan teks, serta bagaimana puisi Darwish berfungsi sebagai sarana refleksi terhadap arti sebuah cinta dan kesetiaan.
Kata kunci: Mahmud darwish, al-mustahilu, semiotik.
