Konflik dalam Film Naga karya Meshal Aljaser (Tinjauan Intrinsik)
Abstract
Penelitian yang berjudul “Konflik pada Film Naga Karya Meshal Aljaser (Tinjauan Intrinsik)” ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis konflik yang terjadi dalam film Naga dengan menggunakan tinjauan intrinsik, mendeskripsikan faktor yang menyebabkan terjadinya konflik dalam film Naga dan menganalisis konflik yang menyebabkan terjadinya klimaks dalam film Naga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik yang bersifat personal maupun sosial, melalui analisis konflik individu, antar tokoh, tokoh dengan lingkungan dan situasi disekitar tokoh dan budaya yang ditampilkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak, teknik dokumentasi, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis-jenis konflik yang terdapat dalam film Naga terdiri dari konflik internal yang dialami dalam diri tokoh (konflik batin) dan konflik eksternal yang terjadi antar individu seperti pada konflik antara Sarah dengan adiknya, Sarah dengan Saad, ibu Sarah dan dokter kandungan dengan ayah Sarah, Sarah dengan Abu Fahad, Sarah dengan seekor unta pendendam, serta Sarah dengan teman perempuannya serta Sarah dengan bapak penjual ice cream. (2) penyebab tejadinya konflik dalam film Naga yaitu; perbedaan antar individu karena adanya perbedaan kepentingan yaitu perbedaan latar belakang keluarga dengan keinginan personal, perbedaan kebudayaan yaitu perbedaan yang terjadi di keluarga Sarah dengan Saad dan perbedaan sikap karena tidak ada yang mau mengalah satu sama lain ketika dalam perjalanan ke perkemahan Abu Fahad, konflik yang terjadi antara supir truk dengan Sarah dan Saad. (3) Konflik yang menyebabkan terjadinya klimaks pada film Naga ini terjadi setelah serangkaian insiden yang penuh dengan bahaya dan ketegangan berhasil melakukan tindakan berani dan cerdas yang mengubah dinamika dalam hubungan mereka. Pada akhir film, kebakaran yang terjadi berfungsi sebagai titik balik, meskipun terkesan kebetulan, ini memperlihatkan perubahan dalam hubungan antara Sarah dengan ayahnya. Sarah akhirnya menyadari bahwa ketakutannya selama ini lebih bersifat internal, dan bahwa ayahnya bukan sosok yang menjadi sumber ketakutannya melainkan sumber perlindungannya. Momen klimaks ini memperlihatkan perubahan perspektif Sarah terhadap otoritas ayah sebagai sumber ketakutannya, serta memeberikan pesan sosial tentang peran keluarga dan tradisi dalam masyarakat Arab Saudi.
