Hierarki Kebutuhan Bilal bin Rabah Dalam Kitab Rijalun Haula Ar-Rasul Karya Khalid Muhammad Khalid
Abstract
Karya sastra merupakan cerminan kehidupan manusia yang memuat nilai, emosi, dan pengalaman batin yang kompleks. Melalui tokoh-tokohnya, karya sastra tidak hanya menampilkan kisah, tetapi juga menggambarkan dimensi psikologis manusia yang menarik untuk dikaji. Salah satu karya yang merefleksikan nilai kemanusiaan dan spiritualitas ialah kisah Bilal bin Rabah dalam kitab Rijalun Haula ar-Rasul karya Khalid Muhammad Khalid. Penelitian ini bertujuan menganalisis hierarki kebutuhan Bilal bin Rabah berdasarkan teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow yang meliputi kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap teks, kemudian dianalisis menggunakan teori Maslow untuk menafsirkan motivasi dan kebutuhan tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bilal telah melalui lima tahap kebutuhan manusia. Ia bertahan hidup dalam penderitaan (kebutuhan fisiologis), memperoleh rasa aman setelah dimerdekakan oleh Abu Bakar (rasa aman), mendapat kasih sayang Rasulullah dan sahabat (sosial), memperoleh penghargaan sebagai muadzin pertama (penghargaan), dan mencapai puncak spiritualitas melalui keteguhan iman serta
25
Fakultas Adab dan Humaniora - UIN Sunan Ampel Surabaya
Surabaya, 03 November 2025
pengabdian kepada Allah (aktualisasi diri). Dengan demikian, kisah Bilal bin Rabah menggambarkan proses pemenuhan kebutuhan manusia menuju kesempurnaan spiritual, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sastra Arab dalam perspektif psikologi humanistik.
Kata kunci: Hierarki Kebutuhan, Bilal bin Rabah, Khalid Muhammad Khalid, Psikologi Sastra, Abraham Maslow.
