Kajian Epistemologis Teori Makna Untuk Penguatan Strategi Pengajaran Kosa Kata Dalam Bahasa Arab
Abstract
Kosakata merupakan fondasi utama dalam pembelajaran bahasa Arab karena berperan sebagai penopang seluruh keterampilan berbahasa, baik menyimak, berbicara, membaca, maupun menulis. Namun, praktik pembelajaran kosakata masih didominasi pendekatan mekanistis berbasis hafalan sehingga pemahaman makna kurang kontekstual dan sulit diaplikasikan dalam komunikasi nyata. Oleh karena itu, dibutuhkan kerangka epistemologis yang mampu menjelaskan bagaimana makna kosakata diperoleh, dibentuk, dan digunakan secara bermakna dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam teori makna dalam perspektif epistemologi serta mengidentifikasi implikasinya terhadap strategi pengajaran kosakata bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan melalui analisis isi terhadap literatur klasik dan kontemporer terkait semantik Arab, filsafat bahasa, dan pedagogi kosakata. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi teori makna dalam bahasa Arab mencakup tiga dimensi utama, yaitu empiris, rasional, dan kontekstual, yang masing-masing berkontribusi terhadap konstruksi pengetahuan makna. Integrasi ketiga dimensi tersebut dalam pembelajaran memungkinkan siswa tidak hanya menghafal arti kata, tetapi juga memahami relasi semantik, konteks pemakaian, serta nilai konseptual yang menyertainya. Dengan demikian, kajian epistemologis atas teori makna menawarkan paradigma baru dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab yang lebih filosofis, aplikatif, dan berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan landasan teoretis dan metodologis pembelajaran kosakata sehingga dapat menjadi rujukan dalam pengembangan model dan strategi pedagogis yang berorientasi pada pemahaman makna secara menyeluruh.
Kata Kunci: Epistemologi; Pemahaman makna; Pembelajaran bahasa Arab; Pengajaran kosakata; Teori makna.
