Metode Dialog Socrates sebagai Strategi Pengembangan Kemampuan Argumentatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Penelitian Tindakan Kelas

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode dialog Socrates dalam pembelajaran bahasa Arab serta menganalisis pengaruhnya terhadap pengembangan kemampuan argumentatif mahasiswa. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis dan kemampuan argumentatif mahasiswa dalam konteks pembelajaran bahasa Arab yang masih berpusat pada dosen. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek 20 mahasiswa semester 5 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan refleksi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode dialog Socrates—melalui tahapan pra-dialog, dialog utama, dan refleksi—berhasil meningkatkan kemampuan argumentatif mahasiswa dalam tiga aspek utama: logika argumen, kemampuan linguistik argumentatif, dan keberanian berpendapat dalam bahasa Arab. Selain itu, metode ini mendorong pembelajaran yang lebih dialogis, reflektif, dan partisipatif, menggantikan pola ceramah tradisional yang pasif. Faktor pendukung keberhasilan antara lain peran dosen sebagai fasilitator aktif dan kesiapan mahasiswa untuk berdiskusi kritis, sedangkan hambatan utama meliputi keterbatasan kosakata dan waktu dialog yang terbatas. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode dialog Socrates efektif diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, karena mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan argumentatif, dan kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab.


Kata kunci: dialog Socrates; kemampuan argumentative; pembelajaran bahasa Arab, berpikir kritis; penelitian tindakan kelas.

Published
2025-12-15
Section
Articles