Eksistensi Perempuan dalam Cerpen Wa Kanat ad-Dunya Karya Tawfiq Al-Hakim: Analisis Feminisme Sastra Arab Modern Perspektif Simone de Beauvoir

Abstract

Penelitian ini membahas eksistensi perempuan dalam cerpen Wa Kanat ad-Dunya karya Tawfiq al-Hakim melalui perspektif feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Fokus utama penelitian ini adalah mengungkap bagaimana tokoh perempuan, khususnya Hawa, digambarkan dalam relasi sosial dan spiritualnya terhadap laki-laki, serta bagaimana ia menegaskan keberadaannya sebagai subjek yang bebas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data primer berupa teks cerpen Wa Kanat ad-Dunya, sedangkan data sekunder berasal dari literatur teori feminisme Beauvoir dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Hawa mengalami tiga tahapan eksistensial: sebagai the Other (yang didefinisikan oleh laki-laki), berada dalam immanence (keterbatasan dan ketergantungan), hingga mencapai transcendence (kesadaran dan kebebasan diri). Tindakan Hawa memakan buah terlarang dipahami bukan sebagai bentuk dosa, melainkan simbol kebebasan eksistensial perempuan untuk menentukan pilihannya sendiri. Dengan demikian, cerpen ini menjadi bentuk kritik terhadap sistem patriarki dan menegaskan bahwa perempuan memiliki kesadaran serta kebebasan yang setara dalam eksistensi manusia

Kata kunci: feminisme eksistensialis; Simone de Beauvoir; Tawfiq al-Hakim; Wa Kanat ad-Dunya; eksistensi perempuan

Published
2025-12-19
Section
Articles