FENOMENA DIGLOSIA DALAM KOMUNIKASI WARGANET ARAB DI MEDIA SOSIAL X (TWITTER): KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena diglosia dalam bahasa Arab pada konteks komunikasi digital, khususnya melalui unggahan Twitter dari tokoh publik Arab. Fenomena diglosia, yang memperlihatkan perbedaan fungsi antara Bahasa Arab Standar Modern (fusha) dan dialek lokal (‘ammiyyah), mengalami perkembangan signifikan di era media sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap tiga unggahan dari akun Twitter resmi tokoh-tokoh Arab: Fahad Al-Kubaisi, Salem Al-Dawsari, dan Mohamed Henedy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fusha digunakan untuk menonjolkan nilai-nilai persatuan, religiusitas, dan formalitas, sedangkan ‘ammiyyah mencerminkan kedekatan emosional dan spontanitas dalam interaksi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan ragam bahasa tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas sosial dan budaya masyarakat Arab modern. Media sosial menjadi ruang dinamis yang menegosiasikan batas antara bahasa formal dan informal dalam praktik kebahasaan kontemporer.

Kata kunci: Diglosia, Bahasa Arab, Media Sosial, Twitter, Deskriptif Kualitatif

Published
2025-12-19
Section
Articles