Analisis Stilistika Dan Makna Syair Al-I’tiraf Karya Abu Nawas Dalam Pendekatan Semiotika
Abstract
Sya’ir Al- I’tiraf karya Abu Nawas merupakan salah satu karya sastra klasik yang terdiri dari 6 bait dan banyak memiliki nilai estetika dan makna mendalam, syai’r ini juga dikenal luas karena ungkapan penyesalan dan pengakuan dosa, kecerdikan gaya Bahasa yang digunakan Abu Nawas untuk menyampaikan pesan-pesan teologis dan filosofis yang mendalam yang dapat dipahami dalam konteks sosisal dan budaya sehingga perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi unsur stilistika dan makna mendalam melalui pendekatan perspektif semiotika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis semiotik Riffatere, yang mengajak pembaca untuk menjelajahi relasi antara tanda dan makna yang dihasilkan dalam sya’ir ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sya’ir Al-I’tiraf karya Abu Nawas memiliki kekayaan stilistika yang cukup signifikan dengan penggunaan majas, citraan, dan pemilihan kata tidak hanya berfungsi sebagai penghias Bahasa dalam sya’ir, tetapi juga mengandung simbol-simbol yang melambangkan pengakuan dosa dan permohonan ampun, dan harapan dari Tuhan, sehingga menciptakan jaringan makna yang kompleks dan relavan dengan pengalaman spiritual individu. Penelitian sya’ir Al-I’tiraf karya Abu Nawas ini tidak hanya menyampaikan pesan pencarian ampunan, tetapi juga berkontribusi untuk memahami lebihdalam karya sastra klasik islam dan relevansinya dalam konteks modern.
Kata kunci: Sya’ir Al-I’tiraf, Abu Nawas, semiotika Riffarterre, sastra klasik islam, makna mendalam, pengakuan dosa, spiritual.
