Analisis Kritik Sastra Dengan Pendekatan Pragmatik Pada Cerpen Syuruqon Ismat (Kesucian Cahaya Pagi) Karya Najib Mahfudz
Abstract
Sastra merupakan sebuah bentuk karya tulis yang memiliki keindahan luar biasa, mampu menginspirasi dan membuat pembacanya merasa kagum saat menikmatinya. Karya sastra hadir dalam berbagai bentuk, seperti puisi, prosa, dan drama. Untuk memahami karya sastra secara lebih mendalam, diperlukan disiplin ilmu khusus yang dikenal sebagai kritik sastra (Naqd Adab). Kritik sastra adalah cabang ilmu yang bertujuan untuk mengamati, menganalisis, dan mengevaluasi karya sastra dengan teliti melalui proses perbandingan dan pertimbangan yang mendalam terhadap kualitas, nilai, dan kebenaran karya tersebut. Penelitian ini berfokus pada kajian terhadap cerpen syuruqon ismat (Kesucian Cahaya Pagi) karya Najib Mahfudz dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Pendekatan pragmatik memandang karya sastra sebagai media untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembacanya, baik yang berkaitan dengan politik, moral, pendidikan, agama, maupun aspek lainnya. Penelitian ini bersifat kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai yang ada dalam cerpen tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam cerpen ini terdapat nilai-nilai yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran. Cerpen ini juga mengisahkan drama cinta dalam diam seorang laki-laki terhadap temannya, dan kemudian ia melupakannya atas perintah ibunya. Dalam cerpen ini juga dikisahkan betapa sayangnya seorang anak terhadap ibunya.
Kata Kunci: kritik sastra; pragmatik; cerpen; syuruqon ismat
