Pendekatan Hermeneutika Gadamer terhadap Teks Klasik Arab (Syair Imru' al-Qais "Qifa Nabki") sebagai Model Analisis Sastra dalam Pendidikan Bahasa Arab Pascasarjana

  • Mas Achmad Yusril Insan Kamil Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya
  • Kamal Yusuf Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer dalam menganalisis teks klasik Arab, khususnya mu'allaqah Imru' al-Qais yang diawali dengan frasa "Qifa Nabki". Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan model analisis sastra yang relevan bagi pendidikan bahasa Arab di tingkat pascasarjana dengan mengintegrasikan tradisi keilmuan Arab-Islam dan filsafat hermeneutika Barat. Melalui konsep-konsep kunci Gadamer seperti fusion of horizons, prejudice (prasangka produktif), effective historical consciousness, dan dialog hermeneutis, penelitian ini mendemonstrasikan bagaimana makna teks klasik Arab dapat dipahami secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan jarak historis dan konteks pembaca kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hermeneutika Gadamer tidak hanya memperkaya pemahaman terhadap dimensi estetis dan kultural syair pra-Islam, tetapi juga memberikan kerangka metodologis yang sistematis untuk pembelajaran sastra Arab di perguruan tinggi. Model ini mendorong mahasiswa pascasarjana untuk terlibat dalam proses interpretasi yang dialogis, kritis, dan kontekstual, sehingga relevansi teks klasik dapat teraktualkan dalam horison pemahaman masa kini.

Kata kunci: Hermeneutika Gadamer, Imru' al-Qais, Qifa Nabki, Mu'allaqah, Analisis Sastra Arab.

Published
2026-01-23
Section
Articles