Ekokritik Pascakolonial: Kajian Posthumanisme Berorientasi Lingkungan

  • Rahmi Rahmayati Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
Keywords: ekokritik pascakolonial, kajian posthumanisme, lingkungan

Abstract

Menurut beberapa ahli, kajian ekokritik sejak kemunculannya di Amerika dan sekitarnya dianggap lebih didominasi oleh Amerika Barat, orang-orang kulit putih, dan anglophone – penutur berbahasa Inggris – dan hanya terfokus pada teks-teks Barat. Selain itu, kajian ekokritik mengabaikan metodologi dan konteks pascakolonial. Bahkan kajian ekokritik gagal dalam memfaktorkan perbedaan budaya serta mengabaikan kemanusiaan, kolonialisme, dan eksploitasi serta diskriminasi rasial. Tulisan ini membahas tentang teori ekokritik pascakolonial sebagai kajian posthumanisme berorientasi lingkungan yang sedang berkembang. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research) yang menggunakan buku-buku dan sumber referensi lainnya sebagai objek yang utama. Hasil analisis studi pustaka mencakup empat hal: 1) alasan yang melatarbelakangi kemunculan kajian ekokritik pascakolonial; 2) perkembangan ekokritik pascakolonial; 3) kaitan ekokritik pascakolonial dan posthumanisme; 4) karya-karya sastra yang pernah dikaji menggunakan kajian ekokritik pascakolonial, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia (karya fiksi India berbahasa Inggris).

Published
2024-04-30
Section
Articles