Konsep Wanita Modern dalam Novel Mondang Versus Jakarta Karya Sinar Yunita

  • Betty Ayunda Wulandari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, Indonesia
  • Ahmad Zaimul Umam Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
Keywords: Feminisme, Qasim Amin, Mondang versus Jakarta, perempuan

Abstract

Artikel ini menguraikan pemikiran Qasim Amin tentang konsep wanita modern dalam Novel Mondang versus Jakarta. Ia merupakan salah satu tokoh pembaharuan Islam yang lahir pada akhir abad 19. Pemikirannya bagi gerakan feminisme bukan hanya sebatas dalam pendidikan saja, tetapi juga pada pokok-pokok lain seperti konsep hijab, poligami, dan talak. Pemikirannya memilki pengaruh besar dilihat dari berbagai karya yang ia lahirkan, diantaranya adalah al-Mar’ah al-Jadidah dan Tahrir al-Mar’ah. Menurutnya, alasan mundurnya umat islam adalah karena wanita Mesir pada masanya tidak menerima pendidikan yang layak. Dalam bukunya yang berjudul al-Mar’ah al-Jadidah ia menekankan pada kebebasan wanita. Wanita menurutnya juga mempunyai hak-hak yang umumnya hanya ada pada laki-laki. Wanita harus memiliki status sosial yang dihormati oleh laki-laki juga. Karena hakikatnya baik laki-laki maupun wanita, menurutnya memilki kesetaraan dan kekuasaan hak yang sama. Sehingga tidak adanya penindasan bagi wanita seperti yang terjadi pada masa dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan konsep wanita modern dalam novel yang berjudul Mondang versus Jakarta karya Sinar Yunita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Adapun sumber data utamanya adalah novel Mondang versus Jakarta, al-Mar’ah al-Jadidah, buku-buku teori feminisme, jurnal, skripsi dan beberapa referensi lain sebagai penunjang. Analisis data yang digunakan adalah teori feminisme Qasim Amin yang menguraikan pembebasan hak-hak perempuan dalam berbagai bidang. Hasil penelitian ini adalah ditemukan beberapa fenomena yang berkaitan dengan teori tersebut, yaitu (1) perempuan dan pendidikan, (2) perempuan dan keberanian, (3) perempuan dan kemandirian, dan (4) perempuan dan kecerdasan.

Published
2024-04-30
Section
Articles