Kritik Nawal El-Saadawi atas Budaya Patriarki Mesir Terhadap Identitas Perempuan Dalam Novel Perempuan Di Titik Nol Persepektif Semiotika Umberto Eco

  • Khoirurrosi Khoirurrosi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Indonesia
  • Ayu Siwi Wening Nurahnis Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Indonesia
Keywords: Budaya Patriarki, Perempuan di Titik Nol, Semiotika Umberto Eco

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya patriarki mesir terhadap hak ataupun identitas Perempuan ditengah-tengah budaya patriarki dalam novel Perempuan di Titik Nol karya el-saadawi. Perempuan dalam sudut pandang budaya patriarki seringkali diperlalukan dengan tidak adil, perempaun sering dilihat sebagai makhluk kasta kedua bahkan disebut sebagai manusia yang tidak sempurna. Keberadaan perempuan dianggap sebagai sesuatu yang kebetulan dan tidak penting akan keberadaannya. Nawal El-Saadawi menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan yang hidup ditengah-tengah budaya patriarki yang penuh dengan penindasan dan ketidak adilan. Firdaus yang merupakan pemeran utama dalam novel ini sebagai gambaran kehidupan Perempuan yang menjadi pelayan sebagai makhluk kasta kedua dalam budaya ptriarki. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Umberto Eco sebagai landasan teoritis dalam menemukan tanda pada teks yang menunjukkan kritik pengarang terhadap budaya patriarki khususnya di mesir. Metode yang digunakan oleh peniliti adalah deskriptif-analitik, sedangkan sumber data yang diambil berupa novel yang perjudul Perempuan di Titik Nol karya Nawal El-Saadawi. Hasil penelitian ini menunjukkan kritik El-Saadawi terhadap ketidak adalian gender dan bentuk identitas perempuan serta budaya patriarki yang menindas kaum perempuan.

Published
2024-04-30
Section
Articles