Representasi Hubungan Manusia Dengan Non Manusia Emotional Hewan dalam Cerita Pendek Satyagraha Hoerip: Ekokritik Sastra Gerg Garrad

  • Jasmine Alimah UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: Ekokritik Sastra, Teori Gerg Garrad, Disharmoni Manusia

Abstract

Kajian ini merupakan penelitian menyajian telaah penemuan bentuk-bentuk ekokritik yang bertujuan untuk mengeksplorasi representasi kondisi lingkungan dan nilai-nilai ekologi yang ada didalam Kumpulan Cerpen Indonesia By Satyagara yang berjudul (1). La Riru karya Mas’ud Bakry, (2). Ayam Sabungan karya Faisal Baraas, (3.) Kita Semua Adalah Miliknya karya Zulidahlan melalui pendekatan Ekokritik menggunakan perspektif Greg Garrard. Data dikumpulkan melalui teknik membaca dan mencatat, menggunakan metode deskriptif kualitatif (KHAERAH, 2018). Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengklasifikasi, mendeskripsi, menganalisis, menginterpretasi dan menyajikan kesimpulan (Rianda & Makincoiri, 2025). Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi data penelitian terdahulu yang berfokus pada eksploitasi binatang yang disebabkan oleh perbuatan manusia yang disebut animal abuse. Tindakan manusia yang tidak memiliki empati memperlakukan non manusia baik alam maupun hewan dengan tidak baik, sehingga menyebabkan ketidak harmonisan dan menghilangkan kepercayaan emosional dari hewan peliharaan (Wijanarka, 2021). Hasil Peneltian menunjukkan terdapat tiga aspek representasi ekokritik terhadap keadaan hubungan antara manusia dengan non manusia yang meliputi: 1. Eksploitasi binatang kuda dan ayam, 2.Bentuk ambisi dan menelantarkan hewan menyebabkan penderitaan keadaan psikologi hewan, 3. Fenomena disharmonisasi dan harmonisasi manusia dengan non manusia. 4. Hewan dapat merasakan emosi seperti manusia.

Published
2025-12-19
Section
Articles