Implikatur Percakapan sebagai Pembentuk Dinamika Relasi Keluarga dalam Film 1 Kakak 7 Ponakan Karya Yandy Laurens

  • Ghoutsi Islahiyah UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Jiphie Gilia Indriyani UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: Implikatur percakapan; Stephen Levinson; 1 Kakak 7 Ponakan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implikatur percakapan sebagai pembentuk dinamika relasi keluarga dalam film 1 Kakak 7 Ponakan karya Yandy Laurens, menggunakan teori implikatur percakapan Stephen Levinson. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data primer berupa film tersebut dan data sekunder dari artikel, buku, tesis, serta disertasi yang relevan. Teknik pengumpulan data meliputi simak dan catat serta studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan 4 bentuk implikatur percakapan umum (GCI) dan 7 bentuk implikatur percakapan khusus (PCI) yang membentuk dinamika relasi keluarga, termasuk humor untuk menciptakan kehangatan, empati dan kasih sayang untuk memperkuat ikatan, sindiran halus untuk kritik tidak langsung, mekanisme emosional untuk mencegah bentrokan, struktur hierarki, serta tekanan ekonomi. Analisis berdasarkan prinsip heuristik Levinson (Q-Principle, I-Principle, M-Principle) menunjukkan implikatur berfungsi sosial untuk menjaga kesopanan, mengatur kekuasaan, dan membangun solidaritas. Kesimpulan penelitian mengungkap bahwa implikatur bukan sekadar fenomena linguistik, melainkan sarana penting dalam mengatur komunikasi keluarga, mengubah potensi konflik menjadi harmoni, dan memperkuat solidaritas meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi dan hierarki.

Published
2025-12-17
Section
Articles