Konstruksi Wacana Kritik ”Overclaim Skincare” Pada Media Sosial Tiktok : Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena “overclaim skincare” di media sosial TikTok. Penelitian ini menggunakan teori analisis wacana kritis milik Norman Fairclough. Sumber data pada penelitian ini berupa 8 video unggahan akun TikTok yang mengkritik klaim berlebihan produk skincare, dipilih berdasarkan popularitas dan interaksi pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik dokumentasi berupa tangkap layar, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian mengungkapkan adanya konstruksi wacana dan diskursus kritik “overclaim skincare” melalui tiga konsep Norman Fairlough, (1) Teks, yang menyoroti representasi produk, relasi antara kreator dan penonton, serta identitas konsumen kritis; (2) Praktik diskursif, yang mencakup produksi dan konsumsi teks melalui konten berbasis pengalaman, humor, dan sarkasme; serta (3) Struktur sosial, yang menghubungkan fenomena overclaim dengan ketidakpercayaan publik terhadap industri kecantikan dan lembaga pengawas. Penelitian ini menegaskan bahwa kritik di TikTok tidak hanya menjadi ekspresi individual, tetapi juga berkembang sebagai diskursus publik yang berfungsi membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya transparansi dan etika dalam industri skincare.
.png)