Mekanisme Pertahanan Diri sebagai Respons Trauma pada Tokoh Rhea dalam Novel Leiden: Psikoanalisis Sigmund Freud

  • Almas Firdausia UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Asep Abbas Abdullah UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pertahanan diri yang ditampilkan oleh tokoh Rhea dalam novel Leiden karya Dwi Nur Rahmawati sebagai respons atas trauma psikologis yang dialaminya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks sastra, serta menerapkan teori psikoanalisis Sigmund Freud sebagai kerangka analisis utama. Data penelitian bersumber dari Leiden dan dikumpulkan melalui teknik baca dan catat dengan menyeleksi bagian-bagian teks yang merepresentasikan pengalaman trauma dan respons psikologis tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Rhea menggunakan tiga mekanisme pertahanan diri dominan, yaitu represi, regresi, dan self-harm. Represi tampak dalam upaya Rhea menekan ingatan traumatis dan emosi menyakitkan ke alam bawah sadar. Regresi ditunjukkan melalui perilaku kembali ke pola emosional yang lebih kekanak-kanakan sebagai bentuk pelarian dari tekanan psikologis. Sementara itu, self-harm dipahami sebagai mekanisme pertahanan yang berfungsi sebagai strategi koping disfungsional untuk meredakan kecemasan dan konflik batin yang tidak mampu diungkapkan secara verbal. Kajian ini menegaskan bahwa mekanisme pertahanan diri tokoh Rhea tidak berdiri secara terpisah, melainkan saling berkaitan sebagai respons atas trauma berlapis yang dialaminya. Dapat disimpulkam bahwa Leiden merepresentasikan trauma psikologis sebagai proses dinamis yang memengaruhi struktur kepribadian tokoh, sekaligus memperkaya kajian psikologi sastra dalam konteks representasi trauma dan mekanisme pertahanan diri dalam sastra Indonesia.

Published
2025-12-15
Section
Articles