“Stories We Live By” dalam Aktivisme Lingkungan Digital: Analisis Ekolinguistik pada Konten TikTok Pandawara Group

  • Arum Puspita Sari UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Novia Adibatus Shofah UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: Ekolinguistik, bahasa, TikTok, Pandawara Group, lingkungan

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana “stories we live by” dikonstruksi melalui bahasa yang digunakan dalam aktivisme lingkungan digital pada konten TikTok Pandawara Group. Pandawara Group dikenal sebagai komunitas yang secara konsisten menyuarakan isu pencemaran lingkungan melalui aksi bersih-bersih sungai dan pantai yang didokumentasikan di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekolinguistik dengan merujuk pada perspektif Louise Stibbe untuk mengkaji cara bahasa membentuk narasi ekologis, nilai, dan orientasi tindakan audiens. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data berupa tuturan, teks, dan visual dalam konten TikTok Pandawara Group yang dianalisis melalui identifikasi strategi linguistik dan naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten Pandawara Group mereproduksi beberapa “stories we live by” utama, antara lain narasi tanggung jawab kolektif terhadap alam, konstruksi krisis ekologis sebagai dampak kelalaian manusia, serta pembingkaian aksi bersih lingkungan sebagai praktik moral dan sosial yang patut diteladani. Narasi, slogan, dan metafora lingkungan berfungsi tidak hanya sebagai sarana penyampaian pesan, tetapi juga sebagai mekanisme pembentukan kesadaran ekologis dan partisipasi publik. Melalui telaah tersebut dapat diketahui bahwa kajian ini menegaskan bahwa bahasa dalam aktivisme lingkungan digital berperan penting dalam membentuk cara pandang, nilai, dan relasi manusia dengan alam, serta memperluas kajian ekolinguistik dalam konteks media sosial dan aktivisme kontemporer.

Published
2025-12-15
Section
Articles