Konstruksi Hashtag Activism: Analisis Semiotika Roland Barthes atas #BoikotTrans7 di Media Sosial
Abstract
Tagar #BoikotTrans7 menjadi viral pada pertengahan Oktober 2025 sebagai reaksi publik terhadap sebuah tayangan televisi yang dianggap menyinggung pesantren dan kiai. Artikel ini membaca tagar tersebut menggunakan kerangka semiotik Roland Barthes yakni analisis pada tingkat denotatif, konotatif, dan pembentukan mitos untuk memahami bagaimana tagar bekerja sebagai tanda sosial yang memobilisasi emosi, membentuk identitas kolektif, dan menegosiasikan ruang publik. Data dianalisis secara kualitatif dari liputan media, serta sampel unggahan publik berbahasa Indonesia yang menggunakan tagar. Temuan menunjukkan bahwa #BoikotTrans7 berfungsi ganda: sebagai penanda protes literal (boikot sebagai tindakan konsumsi/pengawasan publik) dan sebagai mitos yang merekonstruksi isu kehormatan agama, identitas pesantren, dan klaim moral publik. Implikasi penelitian ini menyarankan perlunya memperhatikan dimensi semiotik pada kampanye digital untuk memahami bagaimana makna politis dan moral diproduksi dan disirkulasi.
.png)