Dimensi Leksikal Naratif dalam Pembentukan Memori Kolektif pada Tagar #IndonesiaGelap: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough

  • `Ishmah Diyanati Umi Hajar UIN Sunan Ampel Surabaya, Surabaya
Keywords: memori kolektif, analisis wacana kritis, leksikal, naratif, media sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana memori kolektif dibentuk di media sosial melalui tagar #IndonesiaGelap, diposisikan sebagai dimensi leksikal–naratif, dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Fokus penelitian diarahkan pada unggahan publik, caption, dan komentar di platform X dan Instagram yang dikumpulkan selama periode Februari-Oktober 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dipandu oleh corpus-guided qualitative analysis, Data dipilih secara sengaja berdasarkan kriteria penelitian dan identitas pengguna dibuat anonim untuk menjaga privasi. Analisis dilakukan melalui pemetaan leksikal kuantitatif (frekuensi dan kolokasi), pembacaan tekstual dekat untuk mengidentifikasi medan leksikal dominan, metafora konseptual, pola deiksis, dan struktur naratif, yang kemudian diinterpretasikan pada tataran praktik wacana dan praktik sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, bingkai leksikal berpusat pada konsep kegelapan yang menghubungkan pengalaman kontemporer dengan rujukan historis. Kedua, deiksis kolektif dan strategi naratif membentuk identitas inklusif dan memelihara ingatan bersama. Ketiga, fitur interaksional platform digital, termasuk resharing dan Add-Yours, mempercepat penyebaran dan penguatan narasi memori kolektif. Penelitian ini menyarankan agar analisis wacana selanjutnya mengintegrasikan pendekatan multimodal dan jejaring dalam korpus serta mempertimbangkan karakteristik platform digital sebagai medium pembentukan memori kolektif.

 

Published
2025-12-19
Section
Articles