Dekolonisasi Ruang Publik: Analisis Lanskap Linguistik pada Papan Nama Toko di Kawasan Pecinan Kya-Kya Surabaya

  • Ucik Febriolita UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: dekolonisasi; lanskap linguistik; Kya-Kya; papan nama toko, identitas budaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk bahasa yang terdapat pada papan nama toko di kawasan Pecinan Kya-Kya Surabaya melalui perspektif teori Linguistic Landscape yang dikemukakan oleh Landry dan Bourhis (1997). Kajian ini berfokus pada bagaimana penggunaan bahasa di ruang publik mencerminkan proses dekolonisasi, yaitu upaya komunitas lokal dalam merebut kembali ruang identitas linguistik yang pernah terpinggirkan akibat kolonialisme dan kebijakan asimilasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan multibahasa terutama Bahasa Indonesia, Mandarin, dan Inggris menunjukkan adanya dua fungsi utama lanskap linguistik, yaitu fungsi informatif dan fungsi simbolik. Kehadiran bahasa Mandarin di ruang publik menjadi simbol kebangkitan identitas budaya Tionghoa sekaligus bentuk dekolonisasi ruang linguistik di Surabaya. Kata kunci: dekolonisasi; lanskap linguistik; Kya-Kya; papan nama toko, identitas budaya.

 

 

Published
2026-01-14
Section
Articles