Krisis Ekologis Dan Identitas Alam dalam Cerpen Raudal Tanjung Banua: Tinjauan Ekokritik Greg Garrard

  • Isnaini Hikmatul Maulidiyah UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: ekokritik, krisis ekologis, antroposentrisme, eksploitasi lingkungan, identitas alam

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana krisis ekologis dan eksploitasi lingkungan yang disebabkan oleh pandangan antroposentris manusia digambarkan dalam cerpen Raudal Tanjung Banua “Kepala Siluman, Ular-Ular Gelondongan, dan Naga Sisik Hitam” melalui kerangka ekokritik Greg Garrard. Penelitian ini menelaah bagaimana karya sastra menggambarkan interaksi antara manusia dan alam, dengan mempertimbangkan dimensi sosial, etis, dan spiritual. Pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan, dengan fokus pada analisis dan penafsiran teks sastra. Teks dibaca secara teliti, lalu hasilnya diklasifikasikan berdasarkan enam konsep ekokritik Garrard: pencemaran, hutan belantara, bencana, tempat tinggal, binatang, dan bumi. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen ini menggambarkan berbagai bentuk kerusakan ekologis akibat ekspansi industri sawit yang menyebabkan deforestasi, pencemaran, dan hilangnya identitas alam. Tokoh-tokohnya merepresentasikan penderitaan manusia yang kehilangan ruang hidup dan keseimbangan batin akibat rusaknya lingkungan. Simbol-simbol seperti “kepala siluman”, “ular-ular gelondongan”, dan “naga sisik hitam” mencerminkan murka alam sekaligus trauma ekologis yang dialami manusia. Melalui gaya naratif yang simbolik dan puitis, Raudal Tanjung Banua menghadirkan kritik terhadap pandangan manusia yang menempatkan dirinya di atas alam serta mengabaikan nilai spiritual bumi. Singkatnya, karya sastra ini menekankan peran penting literatur sebagai sarana kritik ekologis sekaligus refleksi etis terhadap kerusakan lingkungan. Cerpen ini mengungkap luka ekologis sekaligus krisis identitas manusia modern yang terputus dari alam, serta mengajak pembaca membangun kembali kesadaran ekologis dan tanggung jawab terhadap bumi sebagai rumah bersama.

 

Kata kunci: ekokritik, krisis ekologis, antroposentrisme, eksploitasi lingkungan, identitas alam.

Published
2025-12-19
Section
Articles