Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Terhadap Luka Kehilangan: Kisah Tersirat Dalam Lirik Lagu Pop Indonesia
Abstract
Abstract:
This study aims to reveal how the themes of loss and time are represented in Indonesian pop song lyrics through Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) framework. The data consist of lyrics from four songs: Tenggelam dalam Waktu by Barasuara, Perih by Seventeen, Esok Kan Masih Ada by Panbers, and Hampa by Ari Lasso. The analysis focuses on three main dimensions of CDA—text structure, social cognition, and social context—supported by theoretical and source triangulation to ensure data validity. The findings indicate that loss serves as the emotional core underlying the meaning of the lyrics, while time functions both as a source of suffering and as a means of healing. These songs reflect the diverse socio-cultural dynamics of Indonesian society, ranging from urban anxiety to collective trauma. Thus, song lyrics are not merely aesthetic expressions but also serve as social representations and reflections of cultural identity in modern society.
Kata kunci: Critical Discourse Analysis, Indonesian song lyrics, Loss 4. time, Teun A. van Dijk, social representation.
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi tema kehilangan dan waktu dalam lirik lagu pop Indonesia melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. van Dijk. Data berupa lirik lagu Tenggelam dalam Waktu (Barasuara), Perih (Seventeen), Esok Kan Masih Ada (Panbers), dan Hampa (Ari Lasso). Analisis dilakukan berdasarkan tiga dimensi utama AWK, yakni struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial, dengan penerapan triangulasi teori dan sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan menjadi inti emosional yang mendasari makna lirik, sedangkan waktu berfungsi ganda sebagai penyebab penderitaan sekaligus sarana penyembuhan. Lirik-lirik tersebut mencerminkan dinamika sosial-budaya masyarakat Indonesia yang beragam, mulai dari kegelisahan urban hingga trauma kolektif. Dengan demikian, lagu berperan tidak hanya sebagai media ekspresi estetis, tetapi juga sebagai representasi sosial dan refleksi identitas budaya dalam konteks masyarakat modern.
Kata kunci :Analisis Wacana Kritis, lirik lagu Indonesia, kehilangan, waktu, Teun A. van Dijk, representasi sosial.
.png)